Intercontinental Exchange (NYSE: ICE), salah satu penyedia teknologi dan data pasar keuangan terkemuka di dunia yang menopang pasar modal global dan OKX, salah satu perusahaan teknologi blockchain global terbesar di dunia yang melayani lebih dari 120 juta pelanggan di seluruh dunia mengumumkan pembentukan joint venture yang berfokus pada pembangunan infrastruktur generasi baru untuk produk keuangan yang ditokenisasi dan produk yang lahir secara digital (digitally native).
Joint venture ini akan dipimpin bersama (co-chaired) oleh ICE dan Gubernur Andrew M. Cuomo. Dengan tunduk pada persetujuan regulator tertentu, joint venture ini diperkirakan akan beroperasi sebagai broker-dealer dan futures commission merchant (FCM) yang terdaftar di Amerika Serikat, dengan tujuan memungkinkan pelanggan OKX di Amerika Serikat maupun di luar negeri untuk mengakses pasar berjangka ICE dan pasar ekuitas NYSE yang ditokenisasi.
Joint venture dengan kepemilikan 50:50 ini juga akan mengeksplorasi peluang yang berdekatan untuk pasar berbasis blockchain yang patuh terhadap regulasi.“Babak berikutnya dari pasar keuangan akan ditentukan oleh seberapa baik inovasi dan regulasi pemerintah dapat bergerak maju bersama,” ujar Gubernur Cuomo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Cuomo, yang menjabat sebagai Gubernur New York ke-56, Jaksa Agung Negara Bagian New York, dan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS, mulai bekerja sama dengan OKX pada tahun 2023. Disampaikan Cuomo, kemitraan ini menyatukan teknologi blockchain kelas dunia milik OKX dengan infrastruktur pasar tepercaya milik ICE untuk membantu membangun sistem keuangan yang lebih modern, transparan, dan tangguh bagi masa depan. “Secara pribadi, saya antusias dengan prospek dampak sosial yang dapat dihadirkan teknologi blockchain: demokratisasi keuangan, yang membawa layanan keuangan dasar kepada masyarakat yang selama ini kurang terlayani.”ujarnya.
Pembentukan joint venture ini merupakan kelanjutan dari investasi strategis ICE pada OKX yang diumumkan pada Maret 2026. Dalam kesepakatan tersebut, ICE menanamkan investasi minoritas senilai sekitar US$ 200 juta pada OKX dengan valuasi sekitar US$ 25 miliar, sebagaimana dilaporkan sejumlah media keuangan, sekaligus membangun kerangka kolaborasi komersial — termasuk untuk distribusi ekuitas yang ditokenisasi melalui platform OKX.
Sebelumnya pada tahun ini, kedua perusahaan juga telah menghadirkan produk kontrak berjangka abadi (perpetual futures) berbasis kripto untuk komoditas minyak bagi pengguna non-Amerika Serikat. Menurut Cuomo, produk berjangka minyak kini tengah dikembangkan di bawah joint venture baru ini, dengan prioritas utama berupa perolehan lisensi futures commission merchant dan registrasi broker-dealer. “Anda secara virtual dapat melangkah masuk melalui pintu depan New York Stock Exchange melalui ponsel pintar Anda, dan Anda dapat melakukannya tujuh hari seminggu dengan cara yang sebelumnya tidak pernah mungkin dilakukan,” kata Cuomo.
Dirinyaa menegaskan, fokus inisiatif ini pada teknologi blockchain dan teknologi keuangan: “Ini bukan tentang kripto. Ini tentang blockchain dan teknologi finansial, serta penerapan blockchain pada kelas aset lainnya.”jelasnya.






































