Prinsip menjadi pelaku wirausaha sukses siap tahan banting, disaat usaha gagal karena kemitraan, penipuan atau kerugian operasional berani kembali bangkit untuk memperbaiki kedepannya dan bukan sebaliknya terbawa penyesalan dan trauma atau kapok. Ya, tak mengenal kata kapok saat usaha di awal buntung dialami Popi Andriani (53), pengusaha restoran soto Kudus ini harus gulung tikar lantaran kalah bersaing degan kedai lain. “Buka di tahun 2022 karena dampak dari pandemi Covid-19 menjadi cerita pahit, hanya bertahan sebentar,”ujarnya kepada Neraca di Jakarta, kemarin.
Dirinya menuturkan, usaha yang diritis bersama suami harus menelan kerugian dan ditambah sepinya pengunjung. Hal tersebut tak membuat kedua pasangan suami istri (pasutri) ini menyesal berwirausaha dan justru sebaliknya berupaya mencari ide lain untuk membuka usaha baru.
Tepatnya, di saat mudik ke kampung halaman suami di Kudus melihat ramainya sepanjang jalan mereka telusuri agen BRI Link dan selalu ramai. Kondisi ini membuat pasutri merasa penasaran dan mencoba usaha tersebut setelah kembali ke Tangerang. Di awal tahun 2025, Popi beranikan membuka usaha gerai Agen BRI Link dengan nama Lancar Jaya,”Saya kasih nama Lancar Jaya agar usaha kali ini lancar tak seperti usaha di awal,”katanya sederhana.
Memanfaatkan ruko milik sendiri, Popi membuka Agen BRI Link membidik pelanggan karyawan konveksi, pejalan kaki yang lewat dan juga karyawan proyek. “Lokasi kita tak jauh dari rumah konveksi, banyak karyawan konveksi transaksi di sini dan kebanyakan melakukan top up dana,”ungkapnya.
Meski transaksinya baru mencapai 50 transaksi perhari atau belum terlalu ramai dibandingkan dengan Agen BRI Link Lainnya, Popi tak putus asa. Dimana strategi yang dilakukan adalah mempertahankan biaya yang terjangkau agar ramai transaksi. “Kita tidak perang harga, tapi menawarkan biaya transaksi yang kompetitif,”tandasnya.
Dalam menjalankan usahanya tersebut, Popi selalu mengedukasi dan memberikan literasi keuangan kepada konsumen apabila ditemukan kecurigaan praktek penipuan, seperti minta ditransfer dalam jumlah besar ke rekening yang tidak dikenal.”Sekalipun saya cari untung dalam bisnis, tapi selalu mengedepankan edukasi dan literasi agar konsumen tidak menyesal,”katanya.

Cegah dari Praktek Penipuan
Menurutnya, sejauh ini dengan cara tersebut mampu menekan praktek penipuan dan konsumen juga merasakan terbantu dengan hal sepele pertanyaan yang biasa ditanyakan, sepertu tujuan transaksi dan siapa pemilik rekeningnya.”Mungkin saya dibilang bawel karena banyak nanya dan kepo, namun hal sepele dan receh tersebut mampu menyelamatkan konsumen dari kerugian akibat modus kejahatan keuangan,”jelasnya.
Dirinya bercerita pengalamannya, kala itu ada anak muda yang minta ditransfer Rp1 juta ke rekening yang tidak dikenal karena alasan mendapatkan menang undian dari salah satu operator telekomunikasi. Namun karena dia melihat ada hal yang mencurigakan dari prilaku konsumen yang sambil menerima telepon dan terburu, pada akhirnya berhasil digagalkan karena pertanyaan receh yang diajukan, tujuan transaksi dan pemilik rekening dan tidak langsung ditransfer untuk memastikan keamanan.”Saya sudah paham dan kenal calon korban penipuan, biasanya minta transfer sambil telepon dan terburu-buru untuk segera ditransfer tanpa jelas uang cashnya,”tandasnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny Purnomo mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia kepada siapa pun. Data tersebut meliputi PIN, password, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya.”Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” ujar Dhanny.
Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI, baik melalui website resmi, media sosial resmi, maupun Contact BRI 14017 atau 1500017.
Di tengah berbagai modus yang semakin beragam, kewaspadaan menjadi hal yang penting. Seperti yang dilakukan Imam di kios kecilnya di Gamping, terkadang satu pertanyaan sederhana atau sedikit waktu untuk berpikir ulang bisa menjadi pembeda antara transaksi biasa dan upaya penipuan.
Selain itu, lanjuut Popi, upaya lainnya guna mendongrak transaksi Agen BRI Link adalah memasarkan juga minuman kekinian sambii juga jualan smartphone dan aksesoris lainnya. Dibantu sang Adik,Hendro, agen BRI Linknya akan dikemas pembukuan dan pengeluaran yang rapih agar usaha Agen BRI Linknya bisa makin ekspansif menambah gerai Agen BRI Link.
Wawan (35), pedagang nasi goreng asal Tegal mengakui, kehadiran Agen BRI Link di lingkungannya cukup membantu dalam layanan transaksi keuangan dan produk lainnya.”Saya kalau abis dagang, sebagian penghasilan saya tabung lewat Agen BRI Link Lancar Jaya dan termasuk beli token listrik.”tuturnya.
Menurutnya, melalukan transaksi di Agen BRI Link cukup simpel, praktis tidak perlu lagi ribet pergi ke Bank. Apalagi, jam operasional Agen BRI Link di sini bisa sampai malam. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat jumlah Agen BRILink mencapai 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa, atau lebih dari 80% total desa di Indonesia hingga akhir Maret 2026.
Sepanjang triwulan I/2026, Agen BRILink mencatat volume transaksi sebesar Rp420 triliun, dengan kontribusi fee based income (FBI) BRI mencapai Rp459 miliar. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa Agen BRILink menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.






































