Beranda UMKM Renyahnya Cuan dari Krikong Hingga Nyampe Ke Istana

Renyahnya Cuan dari Krikong Hingga Nyampe Ke Istana

14
0

Untuk mencapai kesuksesan terkadang perlu keberanian keluar dari zona nyaman. Hal inilah yang dilakukan Riyanto (57) mantan pegawai security BRI Kantor Unit BSD yang berani pensiun dini hanya untuk memulai kehidupan lebih baik. Mungkin bagi sebagian orang di saat mencari pekerjaan susah dan tak ada rencana mau kerja apa, tetap bekerja di tempat yang lama menjadi pilihan yang tepat ketimbang harus menganggur kedepannya.

Bapak tiga anak ini mengakui, keberaniannya pensiun dini di usia yang masih produktif 46 tahun berat dilakukan. Terlebih dirinya sudah mengabdi 15 tahun lamanya, lingkungan kerja yang nyaman dan banyak teman kantor yang sudah dianggap menjadi saudara menjadi pilihan berat dilakukan. Hanya saja, tekadnya untuk menghidupi keluarga menjadi lebih baik akhirnya mengalahkan ketakutan yang selalu menghampiri akan kekhawatiran keputusan yang salah dilakukan. “15 tahun saya bekerja, teman-teman kantor BRI kaget dan kenapa harus pensiun dini. Padahal punya gaji bulanan dan tunjangan lainnya,”ujarnya kepada Neraca di Jakarta, kemarin.

Pensiun di tahun 2015, Riyanto memberanikan usaha dagang krikong atau keripik singkong. Hal ini bermula saat dirinya bermain kerumah teman diajak untuk melihat usaha kripiknya. Melihat usaha rumahan yang tak terlalu ribet, biaya operasional yang tidak besar dan harga jual yang terjangkau, terpetik di pikirannya untuk memulai usaha yang sama. Ya, berbekal informasi dan batuan alat produksi mendorong dirinya berani memulai usaha Krikong.

Bermodal Rp10 juta, Riyanto hanya produksi Krikong 5 kg untuk uji coba mengetes pasar dan konsumen. Namanya baru usaha, Krikong buatannya belum direspon pembeli dan hal tersebut tidak membuatnya menjadi putus asa. Bahkan sebaliknya, dirinya ikut aktif komunitas Tanguh Berkibar untuk pelaku UMKM dengan benefit didapat pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM Tangerang Selatan untuk meningkatkan skil usah hingga mendapatkan kemudahan NIB (nomor izin berusaha) serta sertifikasi halal. “Meski usaha belum ramai pembeli, tapi saya pede saja ikut sertfikasi halal dan izin usaha. Toh itupun gratis tidak kena biaya, sayang kalau dilewatkan,”tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, Krikong usahanya mulai mendapatkan pelanggan seiring dengan menu dan rasa baru yang terus dicoba secara otodidak. Puncaknya saat Covid-19, laris manis usaha kripik singkongnya banyak diburu orang. Terlebih lagi renyahnya kripik singkong miliknya sempat dipesan orang Istana untuk menjadikan kudapan. Hal ini berkat informasi mulut ke mulut antar pelanggan,”Keripik saya sempat nyampe Istana dijadikan cemilan di era presiden Joko Widodo. Setiap harinya orang Setneg pesan Rp30 kg dan selalu ludes,”ungkapnya.

Tak hanya sampai istana, Krikong jualannya juga sampai ke mancanegara, seperti ke Taiwan, Malaysia dan Arab Saudi. Biasanya, mereka para pekerja yang pergi ke Indonesia menyempatkan belanja oleh oleh disini untuk bos atau rekannya di sana.

Harganya yang terjangkau sebesar Rp10 ribu perbungkus dan cita rasa yang gurih menjadi pelanggan banyak berburu Krikong pak Riyanto. Santi (40), pelanggan Krikong Riyanto mengatakan, harga Krikong disini sesuai kantong dan rasanya gurih cocok dilidah,”Saya selalu beli Krikong di Pak Riyanto, baik untuk acara pengajian atapun buat cemilan dirumah. Selain sudah kenal karena tetangga, yang pasti rasanya gak bikin nyesel dan selalu ketagihan,”ujarnya.

Berkah keuletan usahanya tersebut, Riyanto mampu mengantongi omset Rp15 juta per bulan. Kalau musim Lebaran dan tahun baru, penjualan Krikong miliknya bisa meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasanya.

Dukungan BRI

Lantaran laris manis penjualan Krikong dan ramainya pembeli, tak membuat dirinya berpuas diri. Tawaran dari pihak BRI untuk menjadi agen BRI Link dengan memanfaatkan keramaian pelanggan yang membeli menjadi alasannya menerima tawaran tersebut.”Sambil jualan kita juga buka layanan keuangan menjadi agen BRI Link. Lumayan buat nambah-nambah penghasilan,”tandasnya.

Tepatnya di tahun 2017, resmi mengawali usaha menjadi agen BRI Link. Lokasinya yang belum ramai layanan keuangan, sempat membuat usaha kebanjiran transaksi hingga 150 transaksi perharinya. “Kebanyakan yang pakai agen BRI Link para pekerja proyek bangunan untuk transfer dana,”tuturnya.

Lantaran ramainya transaksi memakai agen BRI Link, Riyanto terpilih menjadi ketua Paguyuban Agen BRI Link Se-Ciputat Raya. Ya, dibalik geliat usaha Krikong dan ramainya transaksi di Agen BRI Link, pria asal Jawa Lampung ini nengakui, peran BRI ada dibalik kemajuan usahanya. Pasalnya, bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tak luput dinikmati manfaatnya terhadap kemajuan usaha.”Saya merasakan betul manfaat KUR BRI dari Rp15 juta, 50 juta hingga Rp100 juta untuk tambah modal usaha lebih ramai lagi,”kata Riyanto.

Kini dari usaha tersebut, dirinya berhasil menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Secara ekonomi, kehidupan rumah tangganya juga ada perbaikan seperti mampu membeli rumah kedua di Bogor dan memiliki aset mobil pribadi.

Kedepan upaya mempertahankan dan memajukan usaha agen BRI Linknya, Riyanto berencana menjemput bola calon pelanggan seperti pekerja proyek untuk memanfaatkan Agen BRI Link, baik untuk tarik dana, beli pulsa atau transfer antar bank. Hal ini, lanjutnya, dilakukan seiring ketatnya persaingan bisnis layanan Agen BRI Link dan menjamurnya warung-warung Madura yang juga bisa melayani transaksi jasa keuangan.

 

Artikulli paraprakBRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Hadirkan Edukasi Proteksi di Event “UMKM Fun Run 5K”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini