Beranda Fintech Tren Transaksi Digital, OVO dan Finansialku Ungkap Jurus Anti-Boncos di Era Cashless

Tren Transaksi Digital, OVO dan Finansialku Ungkap Jurus Anti-Boncos di Era Cashless

9
0

Di era digital saat ini, semua transaksi makin mudah dan praktis lewat smatphone dimana saja dan kapan saja. Data OVO menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan pembayaran digital dalam lima tahun terakhir. Dalam periode tersebut, total transaksi OVO meningkat sebesar 77% dibandingkan 2021. Selain itu, ratusan ribu pengguna memanfaatkan OVO untuk bertransaksi setiap harinya, mencerminkan bagaimana pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan tersebut, OVO juga melihat adanya pergeseran perilaku transaksi pengguna. Pada 2021, mayoritas transaksi OVO berasal dari merchant online dengan porsi sekitar 68% dari total transaksi.

Pada 2025, mayoritas transaksi justru berasal dari merchant offline dengan porsi mencapai 69%. Namun dibalik kemudahan transaksi di era digital saat ini, ada ancaman sikap pemborosan tanpa ada edukasi pentingnya perencanaan keuangan dan bijak dalam transaksi.

Kata Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank mengatakan, transaksi non-tunai kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian finansial masyarakat. Karena itu, kemudahan transaksi perlu dibarengi dengan literasi finansial agar pengguna dapat lebih sadar terhadap pola pengeluaran mereka. “Melalui OVOFinTalk bersama Finansialku, kami ingin mendorong pengguna agar dapat memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak, aman, dan terencana,” ujar Haekal di Jakarta, Rabu (17/6).

Disampaikannya, literasi keuangan juga mencakup pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Selain mengajak pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan, OVO juga terus memperkuat sistem perlindungan berlapis.

Di sisi lain, menabung secara konsisten juga menjadi bagian penting dari pengelolaan keuangan yang sehat. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, OVO menghadirkan OVO Nabung by Superbank, konsep rek-wallet (rekening e-wallet) yang memungkinkan pengguna bertransaksi dan menabung sekaligus memperoleh bunga dalam satu aplikasi. Hingga Mei 2026, layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 2,3 juta pengguna.

Antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak pengguna yang mulai memanfaatkan layanan digital tidak hanya untuk bertransaksi, tetapi juga untuk mengelola dana secara lebih produktif. Pengguna tetap fleksibel dalam menggunakan saldonya untuk transaksi harian, sekaligus menikmati manfaat tabungan seperti potensi bunga hingga 5% per tahun, bebas biaya top-up, serta akses ekstra ke berbagai promo dan cashback.“Kami ingin membantu pengguna membangun kebiasaan menabung yang lebih mudah dan relevan dengan keseharian mereka melalui OVO Nabung by Superbank. Pengguna tetap dapat menikmati kemudahan bertransaksi, sekaligus memiliki akses untuk menyimpan saldo dan memperoleh manfaat bunga langsung dari aplikasi yang mereka gunakan setiap hari,” tambah Haekal.

Sementara Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner sekaligus Founder Finansialku, menjelaskan bahwa gaya hidup cashless bukan sesuatu yang perlu dihindari, melainkan perlu diimbangi dengan kebiasaan finansial yang sehat.“Cashless lifestyle bisa sangat membantu jika digunakan dengan sadar. Yang penting, pengguna perlu rutin mengecek histori transaksi, membatasi budget harian, serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali meskipun transaksi kini semakin mudah dilakukan,” ujar Melvin.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan pengguna adalah meninjau kembali riwayat transaksinya secara berkala. Melalui fitur riwayat transaksi di OVO, pengguna dapat melihat kembali ke mana uang mereka digunakan, memahami kategori pengeluaran yang paling sering muncul, serta mengevaluasi kebiasaan finansial mereka secara lebih objektif.

Melvin juga menyoroti fenomena “gaji numpang lewat” yang kerap terjadi pada era cashless.  Pengeluaran kecil yang dilakukan secara impulsif sering kali terasa ringan saat dilakukan, tetapi menjadi signifikan ketika terakumulasi dalam satu bulan. Karena itu, evaluasi pengeluaran secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan finansial.

 

 

 

 

Artikulli paraprakHidup Sehat dan Peduli Pendidikan, Generali Gelar Perdana Generali Lion Heart Run
Artikulli tjetërSering Buang Air Kecil Tengah Malam? Bisa Jadi Pembesaran Prostat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini