Beranda Pendidikan Sulap Limbah Sawit Jadi Baterai Masa Depan, SMA Labschool Cibubur Raih Medali...

Sulap Limbah Sawit Jadi Baterai Masa Depan, SMA Labschool Cibubur Raih Medali Silver di WYIE 2026

31
0

 

NERACAONLINE – Tim Siswa SMA Labschool Cibubur yang tergabung dalam tim “Sustainable Palm Waste Derived Anode for Lithium-ion Cells” (SPARC) berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026. Dalam kompetisi internasional bergengsi yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia pada 18–20 Mei 2026 tersebut, inovasi teknologi material yang diusung berhasil unggul di antara lebih dari 630 tim kompetitor lokal maupun mancanegara dan sukses mengamankan Medali Silver.

Prestasi gemilang ini diraih melalui inovasi pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai bahan anoda baterai isi ulang ion litium. Pengembangan inovasi tersebut didasari atas status Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia yang menghasilkan lebih dari 35 juta metrik ton per tahun, atau menyumbang sekitar 59% dari total pasokan dunia. Melalui riset ini, volume limbah padat dan cair yang melimpah dari industri sawit tersebut berhasil diubah menjadi potensi teknologi baru.

Secara teknis, sekitar 20–23% dari limbah padat pengolahan kelapa sawit tersebut berbentuk TKKS yang diekstraksi menjadi sumber karbon atau grafit berkualitas tinggi untuk bahan anoda ion litium. Formulasi teknologi ini dinilai sangat aplikatif dalam mendukung pengembangan ekosistem baterai domestik, yang saat ini sedang diprioritaskan sejalan dengan akselerasi program elektrifikasi kendaraan listrik dan energi terbarukan di Indonesia.

Keberhasilan pengembangan material alternatif ini terwujud berkat bimbingan intensif dari Prof. Dr. Jarot Raharjo, seorang ilmuwan dan profesor riset di bidang Teknik Material dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menanggapi keberhasilan aplikasi sains tersebut di panggung dunia, beliau menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan lompatan besar bagi riset inovasi remaja di tanah air.

“Keberhasilan tim SMA Labschool Cibubur mengubah limbah sawit menjadi komponen baterai masa depan membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu bersaing di panggung dunia. Ini adalah langkah awal yang gemilang bagi masa depan teknologi hijau Indonesia,” ujar Prof. Dr. Jarot Raharjo.

Di balik kesuksesan inovasi hijau yang diakui secara internasional ini, ada kerja keras dan kreativitas dari lima siswa-siswi berbakat SMA Labschool Cibubur yang tergabung dalam tim SPARC, yaitu: Raihana Haifa Alwani, Raditya Arsa Pradana, Jinan Alima Sakanti, Ferianti Elvina Shafira, dan Colin Orville Sedana.

Prestasi gemilang yang berhasil dibawa pulang dari panggung internasional ini diharapkan dapat menjadi katalis positif dalam memicu semangat kreativitas pelajar lainnya. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan lingkungan global, sekaligus membawa nama Indonesia di kancah dunia.

Artikulli paraprakMitrabara Adiperdana Cetak Pendapatan US$164,87 Juta
Artikulli tjetërBAZNAS dan LinkAja Berkolaborasi Hadirkan Kemudahan Berkurban Sekaligus Perluas Manfaat bagi Sesama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini