Beranda CSR Mahasiswa Unpad Penerima Beasiswa SCG Petakan Masalah Air Bersih di Cileles, Sumedang

Mahasiswa Unpad Penerima Beasiswa SCG Petakan Masalah Air Bersih di Cileles, Sumedang

31
0

 

NERACAONLINE – Ketersediaan air bersih dan sanitasi masih menjadi isu bagi sebagian besar masyarakat di dunia. World Health Organization mencatat bahwa 1 dari 4 orang di dunia (sekitar 2,1 miliar penduduk) masih belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola secara aman, sementara 3,4 miliar orang belum memiliki akses sanitasi air yang layak.

Dalam skala nasional, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hanya 10,30% rumah tangga memiliki akses terhadap sanitasi aman dan sekitar 6,78% masyarakat masih belum memiliki akses terhadap sumber air minum yang layak. Keterbatasan ini tidak hanya berdampak pada meningkatnya risiko penyakit, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas masyarakat karena gangguan kesehatan. Pada akhirnya, hal ini dapat menghambat kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Menyadari tantangan tersebut, Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjajaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025, meluncurkan “Clean Water for All”, sebuah proyek penelitian kualitas air, karakteristik dan kondisi air di Desa Cileles, Kec. Jatinangor, Jawa Barat. Menggunakan pendekatan ilmiah, proyek tersebut berhasil mengevaluasi 16 titik area Desa Cileles serta mendapatkan gambaran komprehensif tentang kondisi kualitas air di area-area tersebut. Melalui proyek penelitian ini, Josephine berharap dapat memberikan informasi mengenai kondisi kualitas air Desa Cileles, mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi terhadap hasil evaluasi, serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan.

Josephine adalah salah satu penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream, program flagship SCG yang diperuntukkan bagi siswa SMA/sederajat dan mahasiswa S1 di Indonesia. Pada tahun ini, ia terpilih bersama 427 penerima lainnya, yang terdiri dari 415 siswa SMA dan 12 mahasiswa sarjana, untuk mendapatkan dukungan pendidikan tersebut. Memasuki tahun ke-14, program SCG Sharing the Dream telah menyalurkan lebih dari Rp22,000,000,000 kepada pelajar di berbagai wilayah operasional perusahaan, termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Bekasi, Karawang, Bandung, Sukabumi, Lebak, hingga Gresik. Selain memberikan bantuan pendidikan, SCG juga berkomitmen untuk mendampingi para penerima beasiswa dalam mengembangkan dan merealisasikan proyek komunitas (community project) yang mereka inisiasi secara mandiri.

Pattaraphon Charttongkum, President Director SCG Indonesia, menyampaikan, “Kami bangga dapat mendukung proyek Clean Water for All, sebuah inisiatif penelitian kualitas air yang diinisiasi oleh salah satu penerima beasiswa SCG Sharing the Dream 2025. Kami meyakini bahwa program ini dapat membantu masyarakat Desa Cileles dalam memahami kualitas air dari berbagai titik yang telah diobservasi. Upaya ini sejalan dengan prinsip bisnis Inclusive Green Growth, di mana kami berkomitmen menghadirkan inovasi hijau melalui pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi pemerintah desa maupun seluruh masyarakat Desa Cileles,” katanya.

Inovasi Generasi Muda dalam Menganalisis Potensi Sumber Air Desa Cileles

Didirikan pada September 2025, Josephine menginisiasi proyek Clean Water for All dengan menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas untuk meneliti kualitas titik air di Desa Cileles. Pada tahap awal, tim memfokuskan upaya pada persiapan dasar, termasuk koordinasi dengan pemimpin daerah dan pemerintah setempat, survei lokasi, serta pengenalan alat yang akan digunakan selama proses penelitian. Memasuki tahap berikutnya, tim melakukan pengumpulan data, survei lapangan, serta proses analisis dan interpretasi temuan yang diperkuat melalui diskusi terbuka bersama masyarakat.

Melalui rangkaian proses tersebut, Josephine bersama tim berhasil menganalisis 16 titik yang dipilih berdasarkan persebaran sumber air di Desa Cileles. Hasil evaluasi menunjukkan adanya variasi kualitas air, di mana sebagian besar sumber air dinilai aman untuk kebutuhan sehari-hari, namun masih memerlukan pengolahan lebih lanjut untuk konsumsi. Untuk memperkuat dampak program, tim juga mengembangkan situs web Clean Water for All yang dirancang dengan penjelasan yang komprehensif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Ke depan, platform ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat Desa Cileles dalam merencanakan pengembangan sumber air yang lebih berkelanjutan.

Pada 9 April 2026, Josephine bersama tim secara resmi meluncurkan situs web Clean Water for All, yang dirangkaikan dengan sesi serah terima proyek kepada Pemerintah Desa Cileles, Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Cileles ini menandai penyerahan program kepada Desa Cileles yang diwakili oleh Bapak Duduy Abdul Kholik, S.H., selaku Kepala Desa Cileles. Acara serah terima turut disaksikan oleh Aparatur Pemerintah Desa Cileles, perwakilan Posyandu Desa Cileles, serta dosen pendamping dan mahasiswa dari Program Studi Geofisika Universitas Padjadjaran.

“Ini menjadi salah satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat supaya saya lebih berdampak lagi dan memberikan manfaat lebih ke masyarakat. Apalagi, air bersih juga merupakan salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi masyarakat di dunia ini, khususnya juga di desa Cileles. Harapan saya, projek ini dapat memberikan akses air bersih dan masyarakat tetap merasa aman untuk menggunakan air dalam kehidupan sehari-harisesuai panduan yang telah di berikan,” tutur Josephine.

Duduy Abdul Kholik, S.H., Kepala Desa Cileles, memberikan apresiasinya terhadap solusi untuk akses air bersih di desa. “Kami mengapresiasi Josephine dan tim yang menyelenggarakan kegiatan ini. Tentunya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Proyek ini menambah perbendaharaan investasi masyarakat kami terkait sumber daya manusia. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat mendapatkan wawasan yang lebih,” ucap Duduy.

Ke depannya, Pemerintah Desa Cileles akan memanfaatkan hasil kajian data dari proyek Clean Water for All sebagai acuan dalam perencanaan dan pengembangan sumber air di masa mendatang. “Tentunya akan kita manfaatkan basis data ini untuk peningkatan kesejahteraan kami. Ini merupakan sebuah pedoman bagi kami untuk membangun masyarakat desa Cileles. Tentunya oleh kami akan dijadikan pedoman atau acuan untuk bagaimana kita melakukan pembangunan,” tutup Duduy.

Artikulli paraprakDPR dan Pengamat Kritisi Keputusan Denda KPPU ke 97 Pindar
Artikulli tjetërKMN EyeCare Hadirkan Operasi Katarak dengan Teknologi Laser CATALYS™

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini