Beranda Ekonomi Daerah Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, PTPN IV PalmCo dan TNI Polri Gelar Aksi...

Perkuat Mitigasi Bencana Nasional, PTPN IV PalmCo dan TNI Polri Gelar Aksi Sinergi Tanggap Karhutla

22
0

Jakarta, Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo memperkuat strategi mitigasi nasional melalui kolaborasi lintas sektoral.

Langkah ini diwujudkan dengan menggandeng TNI dan Polri dalam serangkaian latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di seluruh unit kerja. Sinergi ini dinilai krusial mengingat kompleksitas penanganan bencana di Indonesia yang menuntut kecepatan respons dan ketepatan koordinasi. Sebagai entitas BUMN yang mengelola aset perkebunan nasional, PTPN IV PalmCo menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama dalam menjaga stabilitas lingkungan dan operasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di Jakarta, Sabtu (14/2/2026) menegaskan bahwa strategi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana kini bertumpu pada pencegahan agresif (aggressive prevention) dan digitalisasi
pemantauan.

“Kami ingin memastikan bahwa Karhutla bisa dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada lagi kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujar Jatmiko.

Integrasi Teknologi Digital
Dalam skema mitigasi nasional ini, Jatmiko mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi, yang disebutnya sebagai Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA). Teknologi ini memungkinkan deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan presisi.

“Sistem monitoring digital seperti ARFINA itu terus kami optimalkan untuk mendeteksi dini titik-titik panas di wilayah kerja perusahaan. Kami meyakini investasi pada sistem pencegahan lebih efektif daripada hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar,” jelasnya.

Selain teknologi, kesiapan infrastruktur fisik turut diperkuat. Jatmiko memastikan ketersediaan embung dan kolam penampungan air di berbagai titik vital sebagai cadangan logistik pemadaman darurat. “Dengan sistem dan sumber daya yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa PTPN bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan,” tambah Jatmiko.

Sinergi Keroyok Api di Lapangan
PTPN IV PalmCo melalui salah satu Regional nya yang beroperasional di Riau bersama Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0302/Inhu menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kebun Air Molek, Riau beberapa waktu lalu.

Kasi Ops Korem 031/WB, Letkol Inf Teguh, yang hadir meninjau langsung kesiapan pasukan, menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana terletak pada soliditas tim gabungan.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi yang cepat, serta koordinasi yang solid antarinstansi. Latihan ini kami desain untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak secara terpadu di lapangan,” kata Letkol Inf Teguh.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh memberikan apresiasi khusus terhadap dukungan konkret PTPN IV PalmCo. Ia menilai pengerahan kemampuan perusahaan—mulai dari personel terlatih, peralatan pemadam yang memadai, hingga sistem digital ARFINA—menjadi aset vital yang selama ini menjadi andalan wilayah tersebut untuk meminimalisir dampak bencana, terutama Karhutla.

Penyatuan Pola Pikir
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0302/Inhu, Letkol Inf Bangun Bara, menambahkan bahwa latihan gabungan ini memiliki dimensi strategis di luar sekadar aspek teknis pemadaman.

“Latihan ini menjadi sarana penting untuk menyatukan pola pikir, langkah, dan tindakan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana tahunan yang jamak terjadi,” ungkap Letkol Inf Bangun Bara.

Lebih lanjut, ia menilai keterlibatan aktif PTPN IV PalmCo menunjukkan posisi strategis perusahaan pelat merah tersebut. Sebagai entitas milik negara, komitmen tinggi PalmCo dalam pencegahan bencana dinilai Bangun Bara sebagai bentuk
tanggung jawab yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat luas.

Melalui perpaduan teknologi mutakhir dari PTPN IV PalmCo dan komando terstruktur dari TNI-Polri, diharapkan potensi bencana di tahun 2026 dapat ditekan seminimal mungkin, menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus keamanan nasional.

Artikulli paraprakMudik Gratis BUMN 2026 Berangkatkan Lebih dari 100 Ribu Pemudik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini