Beranda Fintech Belajar dari Militer, Pengusaha Dituntut Tenang dan Adaptif

Belajar dari Militer, Pengusaha Dituntut Tenang dan Adaptif

18
0

NERACONLINE-Kemampuan menghadapi ketidakpastian menjadi salah satu kualitas penting dalam kepemimpinan bisnis. Bagi dunia usaha, perubahan pasar dan berbagai situasi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana menuntut pemimpin memiliki cara berpikir yang tajam sekaligus kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Perspektif tersebut menjadi salah satu pembelajaran dalam pertemuan khusus Keluarga Besar SyaREA World bertema “Kecerdasan Militer untuk Kepemimpinan Bisnis”.

Syamsul Safin, Founder SyaREA World yang juga pemateri dalam siaran persnya di Bogor, kemarin mengatakan, kecerdasan berkaitan dengan kemampuan mengamati kenyataan secara teliti dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang dimiliki. Dirinya menekankan bahwa kecerdasan bukan semata-mata persoalan pendidikan formal, tetapi kekuatan dalam memahami kenyataan,”Kecerdasan adalah kekuatan untuk mengamati dan menghubungkan pengetahuan dengan kenyataan,”ujarnya.

Dalam konteks pengusaha, kemampuan tersebut diperlukan agar keputusan tidak lahir hanya dari asumsi atau pengalaman masa lalu. Pengusaha perlu mengamati perubahan, memperkaya pengetahuan, menghubungkan berbagai informasi, lalu mengubah hasil pemikiran menjadi tindakan.

Materi Syamsul juga membedakan medan penerapan kecerdasan militer dan kecerdasan sipil. Kecerdasan militer digunakan dalam konteks pertahanan dan keamanan, sementara kecerdasan sipil digunakan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Namun, keduanya sama-sama menuntut kesungguhan berpikir, pembelajaran terus-menerus, dan kemampuan mencari cara lain ketika suatu cara tidak berhasil.

Dalam konteks bisnis, prinsip tersebut menempatkan kemampuan berpikir sebagai bagian dari daya tahan seorang pengusaha menghadapi perubahan.“Pengusaha perlu berpikir cemerlang untuk bangkit, tetapi pikiran itu harus diwujudkan dalam usaha nyata,”katanya.

Sementara Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menambahkan, kemampuan membaca situasi merupakan bagian penting dari kecerdasan seorang pemimpin. Disampaikannya, kondisi yang berubah tidak boleh membuat pemimpin kehilangan ketenangan dalam menentukan langkah.“Menurut saya, kecerdasan yang paling penting adalah kemampuan membaca situasi, mengolah informasi, dan beradaptasi terhadap perubahan. Dalam dunia usaha maupun militer, situasi tidak selalu sesuai rencana, sehingga pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengambil langkah yang tepat untuk mencapai tujuan.”jelasnya.

Mayjen Iwan juga menekankan, pentingnya kemampuan mengubah hasil pemikiran menjadi keputusan dan tindakan. Bagi seorang pemimpin, kemampuan melihat peluang harus diikuti keberanian memperhitungkan risiko dan menentukan langkah“Melihat peluang saja tidak cukup. Seorang pemimpin harus mampu mengolah informasi, memperhitungkan risiko, berani mengambil keputusan dan mengubah keputusan menjadi tindakan.”katanya.

Ketika kondisi berubah, lanjutnya, seorang pemimpin tidak harus mempertahankan cara yang sama. Yang perlu dijaga adalah arah dan tujuan yang hendak dicapai. “Cara boleh disesuaikan, tapi tujuan harus tetap dijaga,”tegasnya.

Generasi Penerus

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 pengusaha Anggota SyaREA World bersama anak-anak lelaki mereka ini mempertemukan pengalaman dunia usaha dengan nilai-nilai kepemimpinan yang dibangun dalam lingkungan militer. Kehadiran anak-anak lelaki para pengusaha dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari konsep SyaREA World. Pembelajaran tidak hanya diarahkan kepada pengusaha senior, tetapi juga kepada generasi yang kelak akan meneruskan kepemimpinan bisnis keluarga.

Mayjen Iwan menilai, keberlanjutan usaha membutuhkan karakter yang kuat di samping kemampuan finansial dan keterampilan bisnis. Nilai-nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama dinilai dapat menjadi bekal bagi generasi penerus.“Membangun bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan finansial dan skill, tetapi juga karakter. Nilai seperti ketegasan, kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama dapat menjadi bekal bagi generasi penerus untuk menjadi pemimpin yang mempunyai karakter yang kuat.”ungkapnya.

Perspektif tentang pentingnya generasi penerus tersebut juga menjadi alasan Amiril Mukminin, Owner & CEO PT Generasi Emas Abadi (GEA) ikut memberikan dukungan utama pada event tersebut. Menurut Amiril, persoalan bisnis keluarga tidak berhenti pada pencapaian bisnis generasi saat ini. Tantangan berikutnya adalah memastikan adanya proses suksesi yang mampu menjaga keberlanjutan usaha.“Tantangan terbesar dalam dunia bisnis saat ini bukan sekadar mencari profit atau memperluas pasar, tetapi bagaimana melakukan suksesi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Karena itu, GEA melihat pengenalan nilai kedisiplinan, ketegasan, dan tanggung jawab kepada generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis keluarga. “Ketika kami membawa anak-anak lelaki ke Markas PMPP TNI, tujuannya jelas, mewariskan mentalitas pejuang,” jelasnya.

Sinergi SyaREA World, PMPP TNI, dan GEA dalam kegiatan ini pada akhirnya membawa pesan bahwa kepemimpinan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca peluang, tetapi juga ketajaman berpikir, karakter, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil tindakan.

Sebagaimana dirumuskan Syamsul Safin dalam materinya: “Akal adalah alatnya, berpikir adalah kerjanya, dan kecerdasan adalah mutu kerja itu.” Bagi para pengusaha dan generasi penerusnya, pembelajaran tersebut menjadi bekal untuk menghadapi dunia bisnis yang terus berubah. Yakni kemampuan untuk membaca kenyataan dengan jernih, berpikir mendalam, mengambil keputusan, lalu bergerak mencapai tujuan.

Artikulli paraprakDPLK Syariah Muamalat dan Masjid TIC Siapkan Program Pensiun bagi Penggiat Masjid
Artikulli tjetërITSEC Asia Kembali Gelar AICX Ketahanan Siber di Era Percepat AI Jadi Agenda Utama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini