Beranda Bursa & Saham Perkuat Likuiditas, PP Presisi Lepas Saham LMA Senilai Rp1,6 Triliun

Perkuat Likuiditas, PP Presisi Lepas Saham LMA Senilai Rp1,6 Triliun

9
0

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan Luar Biasa PT PP Presisi Tbk (PPRE) tahun 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis guna memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (25/6) pada RUPSLB menyetujui yakni pelepasan seluruh kepemilikan saham perseroan pada PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur, menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha ke depan.

Aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program penataan dan pengelolaan anak perusahaan BUMN, sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pengelolaan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Kata Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah, berbagai langkah strategis yang ditempuh perseroan merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar,”Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizki.

Dengan struktur kepemimpinan yang diperkuat, fundamental keuangan yang tetap terjaga, serta langkah-langkah strategis yang telah dijalankan, PT PP Presisi Tbk optimis dapat terus meningkatkan daya saing, memperluas peluang bisnis, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan guna memberikan nilai terbaik bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Sepanjang tahun 2025, persseroan mencatatkan pendapatan konsolidasian mencapai Rp3,9 triliun atau meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp3,8 triliun. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjalankan strategi diversifikasi bisnis dan menjaga produktivitas operasional secara berkelanjutan.

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil mencatatkan rasio likuiditas (Current Ratio) sebesar (1,15 kali), tetap berada di atas batas covenant perbankan sebesar (1,1 kali). Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Interest Bearing Debt to Equity Ratio) berada pada level (0,86 kali), yang juga dibawah batas covenant.

Perseroan menyebutkan, kinerja tersebut menunjukkan bahwa strategi diversifikasi bisnis dan pengelolaan keuangan yang disiplin mampu menjaga stabilitas serta ketahanan fundamental Perseroan di tengah dinamika industri.

Selain membahas laporan tahunan dan penggunaan laba bersih, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan kepemimpinan perusahaan.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT PP Presisi Tbk setelah RUPSLB Tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama/Komisaris Independen :Narwanto
  • Komisaris      : Maulana Malik Ibrahim
  • Komisaris : Albert Simangunsong

 

Direksi

  • Direktur Utama : Rizki Dianugrah
  • Direktur Keuangan & Human Capital Management : Ramlan Nurdiansah
  • Direktur Operasi      : Yovi Hendra

 

 

Artikulli paraprakTikTok GO Ajak Masyarakat Wujudkan Inspirasi Wisata dan Kuliner dari Konten TikTok ke Dunia Nyata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini