Beranda Ekonomi Perkuat Sinergi Maslahat, BPKH Gandeng BAZNAS Bekali Guru Madrasah Kalsel Kepemimpinan dan...

Perkuat Sinergi Maslahat, BPKH Gandeng BAZNAS Bekali Guru Madrasah Kalsel Kepemimpinan dan Keterampilan Berkendara Aman

29
0

Jakarta, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus berkomitmen menebar manfaat bagi umat melalui pemanfaatan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU). Kali ini, BPKH menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk menyelenggarakan program Pelatihan Guru Madrasah bagi para pendidik di Kabupaten Kotabaru dan Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Program yang berlangsung di Mapolres Kotabaru dan Mapolresta Banjarmasin pada Senin (27/4/2026) dan Kamis (30/4/2026) ini bertujuan membekali guru madrasah dengan pemahaman mendalam mengenai kepemimpian serta etika berlalu lintas dan keterampilan berkendara yang aman (safety riding).

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab BPKH dalam mengelola DAU secara produktif dan transparan.

“Sesuai amanat undang-undang, BPKH tidak hanya mengelola dana setoran haji, tetapi juga mengelola Dana Abadi Umat (DAU). Nilai manfaat dari DAU inilah yang kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk Program Kemaslahatan, salah satunya melalui peningkatan kapasitas guru di Kalimantan Selatan ini,” ujar Fadlul.

Fadlul menambahkan, pemilihan guru sebagai sasaran program sangat strategis. Guru dianggap sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu menjalankan nilai-nilai kepemimpinan serta menyebarluaskan budaya disiplin berlalu lintas kepada siswa dan lingkungan sekolah, sehingga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan akibat faktor manusia (human error).

Dalam pelaksanaannya, BPKH memberikan mandat kepada BAZNAS RI sebagai mitra maslahat untuk mengeksekusi pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik lapangan ini.

“Kami menggandeng BAZNAS agar distribusi manfaat DAU ini lebih tepat sasaran, profesional, dan akuntabel. Kami ingin memastikan setiap rupiah dari nilai manfaat ini dirasakan langsung dampaknya oleh umat, khususnya dalam mendukung keselamatan dan keberlanjutan lingkungan transportasi,” tegas Fadlul.

Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah progresif BPKH. Menurutnya, program ini merupakan langkah preventif yang cerdas.

“Laporan Kepolisian menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan disebabkan oleh minimnya literasi berkendara. Sinergi BPKH dan BAZNAS dalam mengalokasikan Dana Abadi Umat untuk isu keselamatan ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap perlindungan jiwa masyarakat di daerah,” kata Sudian Noor.

Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid menambahkan, para guru tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BPKH, BAZNAS RI, Komisi VIII DPR RI, serta jajaran pimpinan Polres setempat. Program ini menjadi bukti bahwa dana yang dikelola BPKH hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan sosial dan pendidikan di Indonesia, sekaligus memperkuat budaya tertib berlalu lintas sejak dini melalui peran pendidik.

Artikulli paraprakPakar Hukum Pidana: Kasus Chromebook Ranah Administrasi, Bukan Korupsi
Artikulli tjetërDorong Green Mobility, MPMRent Hadirkan Kendaraan Listrik Dukung Ajang Putri Indonesia 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini