Berdasarkan data GrabAds menunjukkan 79% pesanan GrabFood diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan, sehingga, brand F&B kini perlu memenangkan perhatian konsumen sejak tahap awal eksplorasi hingga keputusan pembelian. Ya, perubahan perilaku tersebut menjadi salah satu latar belakang GrabAds menghadirkan F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia untuk mempertemukan marketers dan business leaders dari industri F&B.
Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia mengatakan, berdasarkan temuan data GrabAds, perjalanan konsumen kini semakin dinamis, dan keputusan untuk membeli tidak selalu terjadi secara instan,”Di GrabFood, sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan bahwa konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan brand yang ingin mereka beli. Bagi brand, ini menjadi peluang untuk hadir lebih awal dalam journey tersebut,”ujarnya di Jakarta, Rabu (8/10).
Disampaikannya, melalui F&B Forward: GrabAds Marketing Summit, perseroan mengajak para pelaku marketing dan business leaders untuk menghubungkan brand building dengan conversion secara lebih utuh, dari membangun Top of Mind hingga memenangkan Top of Cart. Lebih lanjut, data Grab menunjukkan bahwa menjadi brand yang dicari belum tentu berarti menjadi brand yang dibeli.
Pada sejumlah brand besar di GrabFood, hanya sekitar 29–42% pencarian berdasarkan nama brand yang berakhir menjadi pesanan. Bahkan, di antara konsumen yang tetap melakukan pemesanan dalam sesi tersebut, sepertiganya akhirnya memilih brand lain. Temuan ini menunjukkan pentingnya bagi brand untuk memenangkan kedua tahap dalam consumer journey. “Top of Mind” berkaitan dengan kemampuan brand membangun awareness dan consideration sebelum purchase intent terbentuk, sementara “Top of Cart” berkaitan dengan kemampuan mempertahankan preferensi konsumen hingga brand akhirnya dipilih dan masuk ke dalam transaksi.“Di sinilah peran GrabAds membantu brand memahami consumer moments melalui first-party consumer insights dan menerjemahkannya ke berbagai touchpoints yang relevan, baik melalui iklan dalam aplikasi Grab maupun beyond the app, seperti iklan di armada Grab hingga product sampling. Dengan pendekatan full-funnel, brand dapat membangun awareness dan consideration sebelum purchase intent terbentuk, tetap relevan saat konsumen mulai mengeksplorasi pilihan, hingga mendorong conversion ketika mereka siap membeli. Data menunjukkan konsumen yang terpapar iklan GrabAds di GrabFood tercatat hingga 61% lebih mungkin mencari brand yang sama dalam bulan tersebut, “kata Roy.

Pendekatan full-funnel tersebut juga semakin banyak digunakan oleh brand F&B di Indonesia. Salah satunya adalah kolaborasi antara CHAGEE dan Grab.
Tahun ini, CHAGEE menjalankan berbagai kampanye kreatif bersama Grab, mulai dari kolaborasi merchandise berupa mini jaket Grab untuk setiap pembelian CHAGEE di GrabFood hingga pemanfaatan GrabAds untuk membangun awareness dan mendorong conversion. Hasilnya sangat positif. CHAGEE mencatat pertumbuhan jumlah pesanan di GrabFood lebih dari 68% selama periode kampanye.
Tak hanya itu, kampanye tersebut juga menjadi pembicaraan di media sosial hingga komunitas-komunitas kreatif, menunjukkan bagaimana kolaborasi keduanya sukses menggerakkan strategi full-funnel secara efektif, dari membangun buzz dan awareness secara organik hingga mendorong aksi pembelian secara efektif.






































