Beranda Wisata WALHI Jabar Pastikan Perizinan EIGER Nature Terpenuhi, Dorong Jadi Proyek Percontohan

WALHI Jabar Pastikan Perizinan EIGER Nature Terpenuhi, Dorong Jadi Proyek Percontohan

34
0

 

NERACAONLINE – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat mengapresiasi komitmen dan keterbukaan EIGER Nature dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan. Berdasarkan hasil peninjauan langsung, WALHI menyatakan perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan dalam pengembangan kawasan tersebut telah dipenuhi.

Apresiasi itu disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali mengunjungi EIGER Nature untuk mengevaluasi tindak lanjut atas berbagai masukan, pandangan, dan kritik yang sebelumnya telah disampaikan kepada pengelola.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, mengatakan keterbukaan EIGER Nature dalam menerima kritik menjadi salah satu alasan pihaknya terus memberikan masukan terhadap pengembangan kawasan tersebut.

“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Iwang.

Dalam kunjungan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan manajemen EIGER Nature sekaligus meninjau langsung berbagai kegiatan di lapangan. Peninjauan juga dilakukan untuk mengonfirmasi pemenuhan aspek perizinan dan dokumen lingkungan.

Berdasarkan hasil peninjauan, dokumen utama yang telah dipenuhi meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan. Proses pengembangan EIGER Nature sendiri telah berlangsung sejak 2018.

Iwang mengatakan, kunjungan kali ini bertujuan memastikan berbagai rekomendasi yang sebelumnya disampaikan WALHI telah ditindaklanjuti oleh pengelola.

“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” katanya.

Pertemuan tersebut turut melibatkan sejumlah akademisi dan pakar yang menjadi bagian dari tim ahli EIGER Nature, yakni Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. selaku pakar botani dan konservasi tumbuhan, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. sebagai pakar konservasi satwa liar, serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang memiliki keahlian di bidang pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.

Menurut Iwang, pelibatan akademisi, pakar, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun pertukaran informasi dan pengetahuan untuk mendukung pengelolaan kawasan yang lebih baik.

Ia menilai pengembangan EIGER Nature masih berada pada tahap awal sehingga membutuhkan komitmen jangka panjang, evaluasi berkelanjutan, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” ungkapnya.

WALHI Jawa Barat berharap EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengembangkan kegiatan berbasis alam tanpa mengesampingkan aspek perlindungan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari konsep Pentahelix yang diterapkan dalam proses pengembangan dan pengelolaan kawasan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai kegiatan, mempertahankan praktik yang telah berjalan baik, sekaligus memperbaiki aspek yang masih membutuhkan peningkatan.

“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.

Ia menambahkan, keterlibatan akademisi, pakar, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya merupakan bagian dari upaya EIGER Nature untuk terus memperkuat komitmen terhadap alam, budaya, masyarakat, serta keberlanjutan kawasan.

“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

Artikulli paraprakKKP Dorong Hilirisasi Produk Nonpangan di Sukabumi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini