Beranda Ekonomi Daerah Pengrajin Kulit di Cirebon berhasil Tingkatkan Produksi dengan Dukungan Jamkrindo

Pengrajin Kulit di Cirebon berhasil Tingkatkan Produksi dengan Dukungan Jamkrindo

38
0

Cirebon, PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan  menengah serta koperasi (UMKM-K) di berbagai daerah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Jamkrindo untuk menghadirkan ekosistem penjaminan yang mampu mendukung pertumbuhan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu wujud nyata dukungan Jamkrindo kepada UMKM-K dirasakan langsung oleh pengrajin kulit di Cirebon.

Pemilik Arli Collection, Sarif Gunawan, menuturkan banyak tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya, terutama saat pandemi. Namun, pada tahun ketiga setelah mendirikan Arli Collection, ia bertemu dengan Jamkrindo di salah satu pameran.

“Dari situ saya coba ngobrol apa kebutuhan dan kendala saya dalam mengembangkan usaha. Untungnya, saya dibantu dari sisi permodalan melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK),” ujarnya saat menerima kunjungan media di Cirebon, Kamis (24/9).

PUMK adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha mikro dan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. PUMK merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan pinjaman modal lunak serta pembinaan bagi pelaku UMKM

Sejak menjadi mitra binaan Jamkrindo, sebuah mesin pond yang sudah lama ingin dibeli akhirnya dapat diperoleh untuk meningkatkan produksinya. “Kapasitas produksi meningkat, kami bisa menjual lebih banyak produk,” ujarnya.

Kehadiran Jamkrindo, menurutnya, mampu membantunya bertahan di tengah tantangan ekonomi dan persaingan pasar saat ini. Pengrajin kulit dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk yang disukai pelanggan. Saat ini, ia memiliki tiga pangsa pasar, yakni ritel, perusahaan, dan industri.

“Pesanan dari perusahaan ini menurun seiring dengan adanya isu efisiensi, namun untungnya segmen lain masih terus tumbuh,” ujarnya.

Kini, produk yang paling banyak dibuat adalah gantungan kunci kulit. Selain itu, ada juga dompet kulit, tas kulit, hingga beberapa produk seperti plakat yang dikombinasikan dengan kulit. Sarif berharap Jamkrindo dapat terus memberikan pendampingan melalui berbagai program yang dimiliki sehingga dapat mendukung kemajuan UMKM dan membantu mereka tetap bertahan serta berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Sementara itu, Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Ardhi Setyarko, mengatakan penjaminan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya.

“Penjaminan merupakan salah satu bentuk dukungan Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM-K. Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Peran tersebut semakin relevan di tengah dinamika ekonomi yang menuntut pelaku usaha memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan dan mengembangkan bisnis.

Dalam konteks tersebut, Jamkrindo terus memperkuat fungsi penjaminan sebagai bagian dari mitigasi risiko yang mendukung kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan. Jamkrindo hadir untuk mendukung kontinuitas bisnis (business continuity) para pelaku usaha.

“Melalui mitigasi risiko dan penjaminan yang kami berikan, mitra finansial memiliki dukungan dalam menyalurkan pembiayaan, sementara pelaku usaha memperoleh ruang untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar,” ujarnya.

Hingga saat ini, Jamkrindo terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung keberlanjutan UMKM-K di berbagai daerah.

Hingga Agustus 2026, Kantor Wilayah Bandung Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp21,9 triliun dengan jumlah pelaku UMKM-K terjamin mencapai 259.897 debitur.

Adapun Cabang Cirebon turut memberikan kontribusi dengan volume penjaminan sebesar Rp4,72 triliun yang telah menjangkau 56.622 pelaku UMKM. Produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu produk dengan volume penjaminan yang tinggi dalam portofolio tersebut.

Ardhi mengatakan dukungan Jamkrindo kepada pelaku usaha juga dilakukan melalui pengembangan produk penjaminan yang menjawab beragam kebutuhan pembiayaan dan aktivitas bisnis. Selain KUR, Jamkrindo menyediakan berbagai produk penjaminan non-program, antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, surety bond, customs bond, bank garansi, penjaminan distribusi barang, serta produk penjaminan lainnya.

Diversifikasi produk tersebut memperkuat peran Jamkrindo dalam membangun ekosistem penjaminan yang semakin luas dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat produk dan layanan penjaminan agar semakin mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha. Dengan ekosistem yang semakin kuat, kami ingin memastikan penjaminan dapat memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan usaha, perluasan bisnis, dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Artikulli paraprakWagub Jatim Tinjau Ketapang, ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik
Artikulli tjetërWook Group Salurkan Bantuan Alat Tulis untuk Anak Korban Bencana di Kalimantan dan NTT Senilai Rp56 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini