Beranda Ekonomi Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

31
0

JAKARTA, Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo, menyambut baik sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan PT Karya
Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dalam mendukung pengembangan kedelai nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi
menuju swasembada kedelai sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian di
Indonesia.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir, dengan salah satu fokus utama membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai yang diharapkan dapat mendukung ketersediaan benih berkualitas bagi
pengembangan kedelai nasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KUAB, Prof. Ali Zum Mashar,
dan Direktur Aset PTPN III (Persero), Agung Setya Imam Efendi, disaksikan oleh
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Hashim S.
Djojohadikusumo.

“Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya
menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis
untuk bangsa Indonesia,”ujar Hashim dalam acara penandatanganan Nota
Kesepahaman antara PTPN Group dan PT KUAB di Jakarta, Jumat (11/09/2026).

Hashim berharap pengembangan kedelai nasional dapat mendorong tercapainya
swasembada dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun. Ia juga melihat peluang
besar untuk membangun ekosistem perbenihan kedelai yang dapat mendukung
koperasi dan petani di berbagai wilayah Indonesia.

“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan
saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke
banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat
cocok untuk kedelai,” ujarnya.

Program tersebut sejalan dengan agenda strategis Pemerintah melalui Kementerian
Pertanian dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, termasuk
upaya menuju swasembada kedelai yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian RI, Andi
Amran Sulaiman.

Sebagai BUMN yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor
perkebunan nasional, PTPN Group berkomitmen mendukung berbagai program
prioritas Pemerintah di bidang ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan
melalui optimalisasi aset dan kapabilitas perusahaan serta pengembangan kolaborasi
dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem kedelai nasional yang produktif
dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan bahwa
Holding Perkebunan Nusantara akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi
untuk memastikan sinergi antarentitas PTPN Group berjalan secara terarah, terukur,
dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai
nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan
dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta
keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif,” kata Denaldy.

Menurut Denaldy, PTPN Group memiliki pengalaman dalam pengelolaan perkebunan,
kapabilitas operasional, serta potensi aset yang dapat disinergikan dengan teknologi,
varietas, pendanaan, dan kemampuan budidaya yang dimiliki PT KUAB.

Dalam rencana kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula
Nusantara (SGN) akan berperan sesuai dengan kepemilikan serta pengelolaan lahan
masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan,
pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman
berikutnya.

Sementara itu, PT KUAB akan berperan dalam pelaksanaan budidaya, penyediaan
teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan dalam
pelaksanaan program.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Direksi dan perwakilan entitas PTPN I, PTPN
IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Potensi Pengembangan Mencapai 4.800 Hektare. Rencana kerja sama mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi pengembangan sekitar 4.800 hektare. Lokasi tersebut meliputi
Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi,
Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi,
Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung terbentuknya Pusat Pengembangan Benih Kedelai sebagai salah satu fondasi dalam membangun ekosistem kedelai nasional. Melalui inisiatif ini, kolaborasi tidak hanya mencakup aspek budidaya, tetapi juga penguatan sistem perbenihan yang diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan bersama koperasi serta petani di berbagai daerah.

Inisiatif ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah untuk mendorong pengembangan
kedelai nasional, termasuk rencana penugasan kepada PTPN Group dalam pengembangan kedelai hingga seluas 250 ribu hektare secara bertahap sampai dengan tahun 2029.

Kolaborasi PTPN Group dan PT KUAB diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dalam membangun kesiapan ekosistem, model pengembangan, serta kapasitas produksi yang diperlukan untuk mendukung agenda tersebut.

Nota Kesepahaman ini menjadi landasan awal bagi para pihak untuk melakukan kajian lebih mendalam terhadap aspek teknis, produktivitas, model bisnis, kesiapan lahan, serta keberlanjutan program.

Sebelum penandatanganan Nota Kesepahaman, PTPN Group dan PT KUAB telah
melakukan kunjungan serta pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal
usulan, serta penyusunan rancangan kerja sama.

Melalui kolaborasi ini, PTPN Group menegaskan komitmennya sebagai BUMN
penggerak sektor perkebunan untuk terus mendukung program-program strategis
Pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Sinergi.PTPN Group dan PT KUAB diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun
ekosistem kedelai nasional yang terintegrasi, mulai dari pengembangan benih, budidaya, hingga penguatan kapasitas petani, guna mendukung percepatan terwujudnya swasembada kedelai Indonesia.

Artikulli paraprakDanamon Raih Penghargaan Best Automobile Financing in Indonesia  pada The Asian Banker Indonesia Awards 2026
Artikulli tjetërSurvei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini