Layanan produk Pintu Futures Lite mendapatkan respon positif dari pasar. Berdasarkan PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan penyedia platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan positif pada produk perdagangan derivatif aset crypto, Pintu Futures dengan volume trading pengguna baru di Pintu Futures meningkat lebih dari 200%. Pada periode yang sama, jumlah pengguna baru juga mengalami peningkatan hampir 100%, sementara rata-rata volume trading per pengguna baru tumbuh lebih dari 70%.
Andy Putra, Presiden Direktur PINTU dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/9) mengatakan, sejak perseroan menghadirkan Pintu Futures Lite melihat perkembangan yang positif pada aktivitas perdagangan derivatif di Pintu. “Volume trading pengguna baru Pintu Futures meningkat lebih dari 200%, dengan jumlah pengguna baru tumbuh hampir 100%. Selain itu, rata-rata volume trading per pengguna baru juga meningkat lebih dari 70%. Adapun tiga aset crypto teratas yang diperdagangkan pengguna Pintu Futures di antaranya Bitcoin (BTC), Hype (HYPE), dan Xaut (XAUT).”ujarnya.
Andy menambahkan, pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya minat investor dan trader di Indonesia terhadap instrumen derivatif crypto. Kehadiran Pintu Futures Lite menjadi salah satu upaya kami untuk menghadirkan pengalaman trading futures yang lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pengguna, khususnya trader pemula hingga menengah.
Pintu Futures Lite dirancang dengan mengedepankan kemudahan bagi trader pemula hingga menengah. Pengguna dapat membuka posisi Long apabila pengguna meyakini bahwa harga aset tersebut akan naik, atau Short jika pengguna meyakini bahwa harga akan turun. Di samping itu, penggunaan leverage juga dapat diatur hingga maksimal 25 kali modal awal sesuai dengan toleransi risiko. Terakhir, untuk pengelolaan manajemen risiko yang baik, pengguna Pintu Futures Lite dapat mengatur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) melalui halaman detail posisi aktif.
Alur yang sederhana ini dirancang agar transaksi derivatif crypto lebih mudah, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali mencoba instrumen investasi yang menggunakan leverage.“Kami merancang Pintu Futures Lite dengan fokus pada pengalaman yang sederhana dan mudah dipahami, khususnya bagi pengguna yang baru mulai mengenal trading derivatif crypto. Mulai dari pilihan posisi, pengaturan leverage, hingga fitur Take Profit dan Stop Loss, seluruh alur kami hadirkan secara intuitif agar pengguna dapat melakukan transaksi sekaligus mengelola risikonya dengan lebih baik.” ujar Andy.
Pertumbuhan Pintu Futures Lite terjadi di tengah momentum positif pasar aset crypto. Bitcoin, sebagai salah satu aset crypto dengan volume perdagangan terbesar, mencatatkan kenaikan sekitar 25% sepanjang Agustus 2026. Dalam periode tersebut, harga BTC sempat menembus level US$81.000, dengan harga tertinggi mencapai sekitar US$81.455, sebelum ditutup di kisaran US$78.000 pada akhir bulan. Momentum penguatan tersebut turut menciptakan peluang bagi trader untuk memanfaatkan instrumen derivatif dalam merespons pergerakan harga aset crypto, baik saat pasar bergerak naik maupun turun.“Ke depan, kami akan terus mengembangkan Pintu Futures Lite agar dapat menjadi solusi trading derivatif crypto yang semakin mudah, intuitif, dan relevan dengan kebutuhan trader aset crypto Indonesia. Kami juga akan terus mengedepankan edukasi dan pemahaman mengenai manajemen risiko, sehingga pengguna dapat memanfaatkan peluang di pasar derivatif secara lebih bijak. Kami percaya bahwa kombinasi antara inovasi produk, kemudahan akses, dan edukasi yang tepat dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekosistem aset crypto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.”kata Andy.






































