Parigi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Layanan ini hadir berkat sinergi antara RSB Parigi Moutong, BAZNAS Sulteng, dan pemerintah daerah dengan mengerahkan tim medis gabungan, mulai dari dokter, perawat, dan analis. Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis, hingga pemberian obat dan vitamin secara gratis.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyebut layanan kesehatan pascabencana ini ditujukan untuk memulihkan kondisi fisik korban sekaligus mencegah komplikasi penyakit lanjutan, terutama bagi kelompok lansia.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memulihkan kondisi fisik para korban pascabencana serta mengingatkan pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit,” jelas Idy Muzayyad dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kehadiran layanan kesehatan pascabencana penting untuk membantu warga mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan mereka tetap menjadi perhatian selama masa pemulihan.
Idy juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak banjir bandang di Parigi Moutong.
“Mari kita bersama-sama mengulurkan tangan dan memanjatkan doa terbaik agar saudara-saudara kita di Parigi Moutong diberikan kekuatan serta ketabahan untuk segera bangkit dari masa sulit ini,” ujar Idy.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah warga dengan keluhan dan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian, seperti kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan asam urat tinggi. Keluhan lain yang ditemukan antara lain dispepsia, ISPA, hipertensi, myalgia, serta diare akut.
Bencana banjir bandang yang melanda Desa Avolua pada Rabu (26/8/2026) telah merusak puluhan rumah dan melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi. Berdasarkan data terkini BPBD, sebanyak 32 jiwa dari 10 KK masih menempati tenda PMI dan Kemensos.






































