Beranda Ekonomi Agrinas Palma Tegaskan Peran Agroindustri dalam Menjamin Pasokan Bioenergi Nasional

Agrinas Palma Tegaskan Peran Agroindustri dalam Menjamin Pasokan Bioenergi Nasional

28
0

Jakarta, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan bahwa intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan bahan baku berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Agrinas Palma, Mohammad Abdul Ghani, saat menjadi pembicara dalam Panel Diskusi 3 The 12th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/9).

Panel diskusi tersebut turut menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional Satya W. Yudha, Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad, serta Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto. Diskusi membahas akselerasi bioenergi nasional melalui kepastian regulasi dan bahan baku serta kesiapan infrastruktur
dari hulu hingga hilir.

Agrinas Palma memandang rencanaapn dan pertamina persero pengembangan bioenergi tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan mandatori di sektor hilir. Keberhasilannya harus didukung sektor agroindustri yang produktif, berkelanjutan, dan mampu menyediakan bahan baku secara konsisten.

“Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana
meningkatkan produktivitas, menjaga keberlanjutan, serta memastikan hasil dari sektor hulu dapat terhubung dengan kebutuhan industri bioenergi nasional,” ujar Mohammad Abdul Ghani.

Kelapa sawit memiliki posisi strategis sebagai prime mover bioenergi nasional karena produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya.

Dengan menggunakan sekitar 8 persen lahan pertanian dunia, sawit menghasilkan sekitar 34 persen produksi minyak nabati pangan dunia dan dapat diolah menjadi biodiesel, Sustainable Aviation Fuel, oleokimia, bio-CNG, serta biogas.
Perkebunan sawit rakyat mencakup sekitar 42 persen atau 6,94 juta hektare dari total luas perkebunan sawit Indonesia. Sekitar 2,8 juta hektare di antaranya didominasi tanaman berusia lebih dari 25 tahun dan melibatkan sekitar 1,4 juta kepala keluarga.

Dominasi tanaman tua dan rendahnya realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menyebabkan
produktivitas sawit rakyat masih berada pada kisaran 2,6 ton CPO per hektare. Padahal, melalui penerapan best practices, produktivitas dapat mencapai sekitar 5 ton CPO per hektare. Saat ini, realisasi peremajaan baru sekitar 20 ribu hektare per tahun, sementara alokasi dana untuk program tersebut tercatat kurang dari 5 persen selama periode 2021–2023.

Berdasarkan hasil analisis data Agrinas Palma, Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 104 juta ton CPO pada 2045 untuk memenuhi kebutuhan biodiesel, pangan, ekspor, produk turunan, dan Sustainable Aviation Fuel.

Pemenuhan kebutuhan tersebut memerlukan peningkatan produktivitas dari 3 ton menjadi 4,4 ton CPO per hektare serta penambahan areal sekitar 7,4 juta hektare.

Agrinas Palma menilai intensifikasi perlu dilakukan melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penerapan pola tumpang sari tanaman pangan, Good Agricultural Practices, digitalisasi, mekanisasi, serta penguatan riset dan inovasi. Sementara itu, ekstensifikasi dilaksanakan melalui verifikasi kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi, disertai reforestasi terhadap sisa kawasan dan area marginal.

Peningkatan produksi tersebut harus berjalan seiring dengan tata kelola berkelanjutan melalui
perlindungan kawasan High Conservation Value dan High Carbon Stock, pelestarian keanekaragaman hayati, larangan penggunaan api dalam pembukaan lahan, serta penerapan sistem ketertelusuran berbasis teknologi informasi.

Pendekatan ini sejalan dengan visi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk menjadi perusahaan perkebunan global yang terkemuka, ramah lingkungan, dan ramah sosial sebagai pilar utama swasembada pangan dan energi nasional.

Hilirisasi sawit dikembangkan melalui rantai produksi terintegrasi, mulai dari pengelolaan kebun berkelanjutan, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya, penggunaan truk listrik untuk mengurangi emisi dan menghemat biaya pengangkutan, hingga pengolahan di pabrik kelapa sawit.

CPO yang dihasilkan dapat diolah menjadi biodiesel untuk mendukung program B50 serta minyak pangan. Tandan kosong dan Palm Oil Mill Effluent juga dapat dimanfaatkan menjadi green diesel, Sustainable Aviation Fuel, biogas, dan bahan bakar co-firing. Pendekatan tersebut diharapkan membuka lapangan kerja, memenuhi kebutuhan pangan dan energi, menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif,
mengoptimalkan ekonomi sirkular, serta mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Agrinas Palma juga menyiapkan pengembangan bioetanol terintegrasi berbasis singkong. Skema tersebut menghubungkan perkebunan seluas 4.000–6.000 hektare dengan pabrik berkapasitas 100 kiloliter per hari. Pasokan sekitar 200 ribu ton singkong per tahun diproyeksikan menghasilkan 30
ribu kiloliter bioetanol per tahun, sedangkan produk samping berupa DDGS dan vinasse dapat dimanfaatkan untuk mendukung peternakan sapi terintegrasi.

Rencana pengembangan biodiesel dan bioetanol akan dilaksanakan melalui kerja sama strategis antara PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Pertamina (Persero), dengan dukungan Danantara.
Dalam kerja sama tersebut, Agrinas Palma berperan menyediakan lahan dan mengelola rantai pasok bahan baku, sedangkan Pertamina berperan dalam pembangunan dan pengoperasian pabrik biofuel serta menjadi offtaker produk.

“Kami ingin menghasilkan biodiesel dan bioetanol dengan dukungan pasokan bahan baku dari sektor agroindustri nasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, lembaga pembiayaan, serta pemilik teknologi,” kata Mohammad Abdul Ghani.

Melalui hilirisasi terintegrasi yang ramah lingkungan dan ramah sosial, Agrinas Palma berkomitmen menjadi perusahaan perkebunan global terkemuka sekaligus pilar utama swasembada pangan dan energi nasional.

Artikulli paraprakBTN Memaknai Harpelnas 2026, Perkuat “Think Customer” dengan Mendengar Langsung Nasabah
Artikulli tjetërBAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini