Beranda Bursa & Saham 27 Tahun Membangun Pasar, JFX Siap Dukung Pemerintah Wujudkan BMKS

27 Tahun Membangun Pasar, JFX Siap Dukung Pemerintah Wujudkan BMKS

42
0

NERACAONLINE

Jakarta– Jakarta Futures Exchange (JFX) menyambut rencana pemerintah membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sebagai langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas strategis.Berbekal pengalaman selama 27 tahun, JFX menyatakan siap mendukung agenda tersebutmelalui sistem, infrastruktur, dan ekosistem pasar yang telah dibangun oleh perusahaan.

<span;>Pemerintah menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menyambut baik rencana pemerintah ini karena Indonesia memiliki posisi penting sebagai produsen berbagai komoditas strategis dunia. Posisi sebagai produsen besar, menurutnya, seharusnya dapat menjadi modal untuk memperkuat pengaruh Indonesia terhadap harga komoditas yang dihasilkannya.
<span;>“Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi price setter.

Pembentukan harga suatu komoditas dapat datang dari kekuatan sebagai produsen terbesar ataupun pembeli terbesar. Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas dunia,” ujar Kanca.

Menurut Kanca, Indonesia juga tidak memulai agenda tersebut dari nol. Sistem, mekanisme
perdagangan, pelaku pasar, serta pengalaman menyelenggarakan perdagangan komoditas
melalui bursa telah tersedia dan dapat menjadi fondasi untuk mendukung pengembangan
BMKS. 27 Tahun Membangun Ekosistem Pasar
Sejak didirikan pada 1999 dan memulai perdagangan pada 2000, JFX berkembang
mengikuti kebutuhan pasar Indonesia. Berawal dari kontrak berjangka Olein dan Kopi

Robusta, JFX kemudian mengembangkan Sistem Perdagangan Alternatif, pasar fisik Timah
<span;>dan Emas Digital, hingga akses nasabah Indonesia ke bursa luar negeri melalui Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN).

Perjalanan tersebut turut membentuk sistem perdagangan, mekanisme kliring dan penyelesaian, pengawasan transaksi, jaringan anggota bursa, serta hubungan denganpelaku industri domestik maupun internasional. Namun, menurut Kanca, pengalaman 27 tahun juga mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah bursa tidak hanya ditentukan oleh keberadaan sistem dan infrastruktur.
<span;>“Bursa yang berhasil tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses. Yang paling
<span;>penting adalah bagaimana mekanisme yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi penjual tanpa mengganggu proses perdagangan mereka, sekaligus memberikan kepastian bagi pembeli yang menempatkan dananya,” kata Kanca.

<span;>Kepastian tersebut juga menjadi bagian dari fungsi bursa dan lembaga kliring. Dalam
<span;>perdagangan fisik, JFX memastikan komoditas yang diserahkan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak dan memastikan barang tidak keluar dari tempat penyimpanan
sebelum pembayaran diselesaikan oleh pembeli. Mekanisme tersebut berjalan bersama
pengelolaan risiko dan pengawasan transaksi untuk memberikan kepastian bagi kedua
<span;>pihak.

Timah Menjadi Bukti Pasar yang Sudah Berjalan
Perdagangan fisik Timah menjadi salah satu pengalaman konkret JFX. Sejak 2019 hingga
Agustus 2025, volume perdagangan Timah melalui JFX mencapai lebih dari 300 ribu ton
<span;>dengan nilai lebih dari USD$8 miliar dan melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif. Pada
<span;>2024, lebih dari 95% transaksi Timah nasional tercatat melalui JFX.

Bagi Kanca, salah satu indikator penting dari perkembangan pasar tersebut adalah
keterlibatan pembeli internasional. Pembeli dari China, Jepang, Singapura hingga Eropa
>memilih melakukan transaksi Timah melalui JFX meskipun tidak diwajibkan pemerintah
<untuk membeli melalui bursa Indonesia.
Pembeli punya pilihan. Mereka tidak diwajibkan membeli melalui JFX, tetapi tetap datang
dan bertransaksi di sini. Kalau pasar kita tidak efisien atau tidak dipercaya, tentu mereka
bisa membeli di tempat lain. Ini menunjukkan pasar yang dibangun Indonesia sudah
mendapat kepercayaan dari pelaku internasional,” ujar Kanca.

Kepercayaan tersebut turut membuat harga Timah JFX diperhatikan oleh pembeli nternasional ketika melakukan transaksi. Pelaku pasar yang ingin membeli Timah Indonesia kini tidak hanya melihat harga London Metal Exchange (LME), tetapi juga harga yang terbentuk di JFX.

Pada prinsipnya kita sudah menjadi salah satu price reference. Bobotnya mungkin belum
sebesar bursa global lainnya, tetapi harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika orang melakukan transaksi Timah. Itu menunjukkan bahwa pembentukan harga dari Indonesia sebenarnya sudah mulai berjalan,” kata Kanca.

Siap Mendukung dan Mewujudkan BMKS Pengalaman JFX tidak terbatas pada Timah. Selama 27 tahun, JFX telah mengembangkan
perdagangan berbagai komoditas, mulai dari Olein, Kopi, Kakao, Emas hingga Timah.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa setiap komoditas memiliki karakteristik pasar, rantai pasok, serta kebutuhan penjual dan pembeli yang berbeda.“Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya.

Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut,” kata Kanca.

Bagi JFX, pengalaman lintas komoditas tersebut menjadi modal untuk mendukung implementasi BMKS. Sistem, mekanisme, dan ekosistem yang sudah berjalan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai arah pemerintah serta kebutuhan masing-masing>komoditas strategis.

Dengan target BMKS mulai beroperasi pada 2027, Kanca menegaskan bahwa kesiapan JFX
Tidak perlu dimulai dari pembangunan sistem baru. Pengalaman mengoperasikan pasar,
<span;>mempertemukan penjual dan pembeli, mengelola penyelesaian transaksi, serta membangun kepercayaan pelaku domestik dan internasional telah menjadi bagian dari operasional JFX.

“Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Secara sistem, mekanisme, dan ekosistem, fondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana pengalaman yang sudah kita miliki ini diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komoditas,” tutup Kanca.

Artikulli paraprakChubb Life Indonesia Kembali Jadi Top Agent Telemarketing TADEA AAJI
Artikulli tjetërDalil Eksepsi Dinilai Masuk Ranah Pembuktian, JPU Tolak Eksepsi Bangun Paulus Tudungta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini