Beranda Perbankan Didorong Ekosistem Grab dan OVO, Superbank Catat Laba Rp234 Miliar

Didorong Ekosistem Grab dan OVO, Superbank Catat Laba Rp234 Miliar

38
0

NERACAONLINE – PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank, terus memperkuat posisinya sebagai bank dengan layanan digital berbasis ekosistem di Indonesia. Hingga akhir Semester I 2026, Superbank telah melayani lebih dari 7 juta nasabah, membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp234 miliar atau tumbuh 669% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), serta mencatatkan total aset sebesar Rp27,0 triliun, meningkat 81,5% YoY.

Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan Perseroan, di mana perluasan basis nasabah juga diikuti oleh peningkatan profitabilitas, efisiensi operasional, serta kualitas aset yang semakin kuat.

Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, mengatakan semester pertama 2026 menjadi momentum penting bagi Superbank. “Strategi berbasis ekosistem yang kami bangun bersama para pemegang saham kini semakin terlihat hasilnya, tidak hanya dari pertumbuhan jumlah nasabah, tetapi juga dari meningkatnya profitabilitas, efisiensi, dan kualitas aset. Hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil membangun pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi di dalam ekosistem untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin relevan, mudah diakses, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, mitra, serta pemegang saham.” jelasnya.

Selain mencatat pertumbuhan yang kuat secara tahunan (YoY), Superbank juga mempertahankan momentum pertumbuhan secara kuartalan (Quarter-on-Quarter/QoQ). Pada kuartal II 2026, Perseroan membukukan Laba Sebelum Pajak sebesar Rp134 miliar, meningkat 33,5% dibandingkan kuartal I 2026 sebesar Rp100 miliar. Total aset juga tumbuh 12,8% dibandingkan posisi akhir Maret 2026, mencerminkan keberlanjutan pertumbuhan bisnis sepanjang semester pertama tahun ini.

Pertumbuhan Berbasis Ekosistem

Model bisnis berbasis ekosistem yang dijalankan Superbank terus menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis. Hingga Juni 2026, lebih dari 60% nasabah Superbank merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan semakin kuatnya integrasi layanan keuangan ke dalam aktivitas digital masyarakat sehari-hari.

Strategi tersebut mendorong penyaluran kredit menjadi Rp13,4 triliun, tumbuh 61,0% secara tahunan (YoY) dan 17,6% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Pertumbuhan kredit didukung oleh semakin luasnya integrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) ke dalam ekosistem Grab dan OVO, sehingga masyarakat dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel langsung melalui aplikasi yang mereka gunakan setiap hari.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp15,9 triliun, meningkat 89,1% YoY dan 10,3% QoQ. Pertumbuhan DPK yang tetap lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit memperkuat profil likuiditas Perseroan sekaligus memberikan ruang yang sehat untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Pertumbuhan bisnis tersebut turut diterjemahkan menjadi profitabilitas yang semakin solid.

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 51,7% YoY menjadi Rp1,01 triliun, dengan Net Interest Margin (NIM) tetap terjaga pada level 8,7%. Di saat yang sama, efisiensi operasional meningkat signifikan, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 54,8% dari 74,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, Pre-Tax Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 5,7%, dibandingkan 1,2% pada Semester I 2025.

Fundamental Semakin Kuat

Di tengah ekspansi bisnis yang pesat, Superbank tetap menjaga kualitas aset dan disiplin manajemen risiko. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross membaik menjadi 1,6%, dibandingkan 2,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, struktur permodalan Perseroan tetap sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 74,5%, memberikan fondasi yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, Superbank akan terus memperluas integrasi layanan keuangan di dalam ekosistem, menghadirkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang prudent.

Dengan fundamental yang semakin kuat, basis nasabah yang terus bertambah, serta kolaborasi yang semakin erat bersama ekosistem Grab, OVO, Emtek, GXS Bank, dan KakaoBank, Superbank optimis dapat terus memperluas inklusi keuangan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Artikulli paraprakJawab Kebutuhan Keluarga Modern, AQUA Luncurkan Mesin Cuci AQW-900F Berteknologi Anti Bakteri
Artikulli tjetërBAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 Kategori Lembaga Zakat dan Amal dengan Indeks Tertinggi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini