Beranda Industri Kembangkan Bisnis Alat Berat, HOPE Gandeng Kerjasama Beijing Blue Horizon

Kembangkan Bisnis Alat Berat, HOPE Gandeng Kerjasama Beijing Blue Horizon

37
0

Guna mengejar pertumbuhan bisnisnya lebih agresif, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) perluas kerjasama. Teranyar, emiten yang bergerak di sektor manufaktur kendaraan dan peralatan ini mengandeng Beijing Blue Horizon Intelligent Equipment Co., Ltd., perusahaan teknologi asal China yang bergerak di bidang peralatan pertambangan dan rekayasa kelautan berteknologi tinggi.

Kevin Jong, direktur utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk mengatakan, kesepakatan ini menjadi fondasi awal bagi kedua perusahaan untuk menjajaki pengembangan bisnis alat berat pertambangan di Indonesia, mulai dari distribusi, transfer teknologi, pembangunan fasilitas perakitan lokal, hingga potensi pembentukan perusahaan patungan (joint venture),”Kerja sama strategis ini berpotensi membuka jalan bagi corporate action HOPE,”ujarnya di Jakarta, Rabu (29/7).

Disampaikannya,  salah satu bagian yang menarik perhatian pelaku pasar adalah adanya pembahasan mengenai pemanfaatan status HOPE sebagai perusahaan terbuka untuk mendukung pendanaan ekspansi bisnis. Dokumen kerja sama menyebutkan bahwa penghimpunan dana dapat dipertimbangkan guna mendukung pengembangan pemasaran dan penjualan peralatan di Indonesia “Kerja sama ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan alat berat seiring ekspansi sektor pertambangan mineral strategis di Indonesia, termasuk nikel, tembaga, dan komoditas lainnya,”kata Kevin.

Mengingat jaringan operasional yang dimiliki HOPE di Indonesia serta teknologi yang dibawa mitra dari China, kedua perusahaan berharap dapat membangun model kolaborasi yang mendukung pengembangan industri manufaktur alat berat di dalam negeri.

Bagi pasar modal, kerja sama ini dapat memberikan sinyal bahwa HOPE tengah menjajaki pengembangan bisnis di luar lini usaha tradisionalnya dengan membuka peluang masuk ke ekosistem alat berat pertambangan melalui kolaborasi internasional.

Keberhasilan implementasi dinilai akan bergantung pada realisasi tahap-tahap lanjutan, termasuk pembentukan joint venture, pengembangan fasilitas lokal, dan eksekusi proyek komersial yang telah direncanakan.

 

 

 

 

 

Artikulli paraprakBPDP dan Aspekpir Dorong Hilirisasi Sawit melalui Business Matching UMKM dan Koperasi di Kalimantan Barat
Artikulli tjetërMaluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi, BTN Perkuat Kemitraan dan Dukung Pembangunan Daerah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini