Beranda Kesehatan Mayoritas Tumor Otak Masih Jinak, Tapi Jangan Dianggap Remeh

Mayoritas Tumor Otak Masih Jinak, Tapi Jangan Dianggap Remeh

11
0

NERACAONLINE – Tumor otak masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Padahal, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak kasus tumor otak dapat ditangani secara optimal dan memberikan kualitas hidup yang baik bagi pasien.

Untuk itu, RS Premier Bintaro menggelar kegiatan Media Gathering kali ini bertajuk “Tumor Otak Dapat Ditangani dengan Optimal Jika Dideteksi Sejak Dini”. Kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi mengenai jenis, gejala, hingga berbagai pilihan penanganan tumor otak kepada masyarakat melalui media.

dr. Moch. Evodia Slamet R, Sp.BS, Spesialis Bedah Saraf, menjelaskan bahwa tumor otak terdiri dari dua kelompok utama, yaitu tumor primer yang berasal dari jaringan otak atau selaput otak, dan tumor sekunder (metastasis) yang merupakan penyebaran kanker dari organ lain, seperti payudara, paru, dan tiroid. Berdasarkan data internasional, sekitar 72% tumor otak primer bersifat jinak, sedangkan 28% bersifat ganas.

“Saat ini banyak masyarakat menganggap semua tumor otak pasti ganas. Faktanya, sebagian besar tumor otak primer bersifat jinak. Namun, baik tumor jinak maupun ganas tetap dapat berbahaya karena berada di dalam rongga kepala yang terbatas sehingga dapat menekan jaringan otak dan mengganggu fungsi vital,” katanya di Jakarta, Kamis (18/6).

Untuk lebih jelasnya. dr. Evodia Slamet menyampaikan bahwa ada beberapa gejala tumor otak yang perlu diwaspadai agar bisa segera bisa ditangani oleh tenaga kesehatan.

1. Nyeri kepala kronis yang semakin memberat dan disertai pandangan kabur;
2. Kejang pertama kali pada usia dewasa;
3. Gangguan keseimbangan dan koordinasi;
4  Kelemahan pada tangan atau kaki;
5. Penurunan pendengaran;
6. Perubahan kepribadian;
7. Muntah menyemprot dan penurunan kesadaran.

Pada beberapa kasus, tumor otak dapat menjadi kondisi kegawatdaruratan, seperti hidrosefalus (penumpukan cairan otak) atau perdarahan pada tumor, yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan otak permanen hingga kematian.

Untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan CT Scan dan MRI dengan kontras sering kali diperlukan karena pemeriksaan tanpa kontras belum tentu dapat menggambarkan tumor secara optimal.

RS Premier Bintaro menyediakan berbagai pilihan penanganan tumor otak yang komprehensif dan multidisiplin, meliputi:

* Terapi medikamentosa untuk mengurangi gejala dan pembengkakan otak;
* Operasi bedah saraf secara terbuka, mikroskopik, maupun endoskopik;
* Radioterapi, termasuk Gamma Knife Radiosurgery;
* Kemoterapi pada kasus tertentu, seperti glioblastoma.

Salah satu teknologi yang menjadi pilihan pada kasus tertentu adalah Gamma Knife Radiosurgery, yaitu prosedur tanpa sayatan operasi yang menggunakan radiasi terfokus untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, terutama pada tumor berukuran kecil. Metode ini hanya memerlukan satu kali tindakan dan tidak menimbulkan luka operasi.

Pesan terpenting bagi masyarakat adalah jangan mengabaikan gejala neurologis yang berlangsung kronis dan progresif. Pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

RS Premier Bintaro berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala tumor otak, melakukan pemeriksaan sedini mungkin, serta memahami bahwa perkembangan teknologi medis saat ini telah menyediakan berbagai pilihan terapi yang efektif dan aman bagi pasien.

Artikulli paraprakTangkap Peluang Pasar, Kemenperin Bimbing IKM Kreatif Pahami Perilaku Konsumen
Artikulli tjetërDirut LPDB Koperasi Tinjau KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina, Dorong Koperasi Produktif dan Berdaya Saing

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini