Beranda Figur Andrea Bocelli Bawa Misi Kemanusiaan dalam Konser di Borobudur

Andrea Bocelli Bawa Misi Kemanusiaan dalam Konser di Borobudur

32
0

 

MAGELANG – Penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, tidak hanya membawa pertunjukan musik dalam konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (31/10). Konser tersebut juga menjadi bagian dari upaya menggalang kepedulian terhadap anak-anak yang terdampak konflik, khususnya di Palestina.

Melalui rangkaian konsernya di Indonesia, promotor Shoemaker Live menginisiasi penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak Palestina dan anak-anak di negara lain yang terdampak konflik.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang dihadirkan bersamaan dengan perayaan 30 tahun album Romanza milik Bocelli. Bantuan sepatu diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari anak-anak, termasuk membantu mereka mengakses pendidikan dan menjalani kehidupan di tengah situasi sulit akibat konflik.

Kepedulian terhadap anak-anak dan masyarakat rentan bukan hal baru bagi Bocelli. Pada 2011, ia bersama keluarganya mendirikan Andrea Bocelli Foundation (ABF), sebuah yayasan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, musik, dan program sosial.

Melalui yayasan tersebut, Bocelli mendukung pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Italia. Program ABF juga menjangkau Haiti dengan memberikan dukungan terhadap akses pendidikan, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan kemanusiaan yayasan tersebut juga menyasar anak-anak yang hidup di tengah konflik. Melalui program ABF Voices of Jerusalem, yayasan mendukung pendidikan musik, pengembangan keterampilan sosial dan emosional, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda dari Betlehem dan Yerusalem Timur.

Pada 2019, Bocelli juga tampil bersama penyanyi sopran Palestina, Zeina Barhoum, dalam kegiatan penggalangan dana yang berhasil menghimpun hampir 760.000 poundsterling untuk mendukung program pendidikan.

Bocelli sendiri merupakan salah satu penyanyi tenor yang dikenal luas di dunia. Lahir di Lajatico, Tuscany, Italia, pada 22 September 1958, ia mengalami gangguan penglihatan akibat glaukoma sejak kecil. Penglihatannya hilang sepenuhnya ketika berusia 12 tahun setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.

Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Bocelli berhasil membangun karier musik internasional selama lebih dari tiga dekade. Sejumlah lagunya, seperti Con te partirò, Time to Say Goodbye, dan The Prayer yang dibawakan bersama Céline Dion, dikenal luas oleh pencinta musik dunia.

Konser di Borobudur merupakan bagian dari rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Setelah tampil di Magelang, Bocelli dijadwalkan melanjutkan konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Melalui konser tersebut, musik juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap persoalan kemanusiaan. Inisiatif penyaluran sepatu bagi anak-anak terdampak konflik menjadi salah satu upaya menghubungkan kegiatan seni dengan aksi solidaritas sosial.

Artikulli paraprakIHC RS PELNI Raih Penghargaan Danantara Indonesia CX100 Sector Champion Healthcare 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini