Beranda Ekonomi Daerah Anugerah Piala HB Jassin 2026 Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia, Ini Daftar Pemenangnya

Anugerah Piala HB Jassin 2026 Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia, Ini Daftar Pemenangnya

33
0

NERACAONLINE – Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026 yang dihelat di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026) malam menjadi puncak Festival Sastra HB Jassin sekaligus bagian dari Festival Pustakarsa 2026.

Para pemenang lomba diumumkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta bersama UP Perpustakaan Jakarta-PDS HB Jassin

Kegiatan ini menjadi menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sastra Indonesia sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi dengan menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mengekspresikan karya sastra.

Untuk kategori lomba Baca Puisi Tingkat Nasional, Juara 1 dimenangkan Nayla Yuliandri asal Sukabumi; Juara 2 diraih Ersya Nurul Ihza dari Kuningan; dan berhak atas Juara 3 Lisa Resty Abriani asal Jepara.

Kemudian, Juara 1 kategori Penulisan Cerpen Tingkat Nasional diraih Kristianus Jimy Pratama dari Jakarta; Juara 2 dimenangkan Andi Makkaraja asal Bulukumba; dan Praseyo Ari Wahyudi dari Jakarta berhak atas Juara 3.

Pada kategori lomba Kritik Sastra Tingkat Internasional, Juara 1 dimenangkan Yohan Fikri Mu’tashim dari Ponorogo; Juara 2 diraih Mikael Yudha Erawan asal Jakarta; dan Juara 3 Ridwanul. Hakim Authonul Muther dari Malang.

Prestasi membanggakan berhasil diraih pelajar Jakarta dalam kategori lomba Musikalisasi Puisi SMA Jabodetabek. Grup D’lasvara dari SMAN 89 Jakarta berhasil menjadi Juara 1. Sementara, Juara 2 diraih grup Aksarasa dari SMAN 47 Jakarta; dan Juara 3 dimenangkan grup Serenata asal SMA Labschool Kebayoran Baru.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto menekankan pentingnya cerita dan pengetahuan dalam perjalanan sebuah kota.

“Jakarta bukan hanya kota yang terus dibangun, tetapi juga kota yang terus ditulis, diceritakan, dan diwariskan,” kata Uus.

Uus menjelaskan, pedan menjadi landasan bagi Gerakan Literasi lima Abad Jakarta untuk menjadikan momentum 2027 sebagai kesempatan berkarya bersama.

“Peringatan lima abad Jakarta diharapkan tidak sekadar menjadi penanda waktu, tetapi juga menjadi upaya menghimpun pengetahuan, merekam keberagaman pengalaman, dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati generasi mendatang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dispusis DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menjelaskan, antusiasme masyarakat terlihat dari 14.988 partisipasi pendaftaran perseorangan dan grup dalam empat mata lomba.

Kompetisi tersebut meliputi lomba Baca Puisi Tingkat Nasional yang diikuti 3.700 peserta, Penulisan Cerpen Tingkat Internasional dengan 10.011 peserta, Penulisan Kritik Sastra Tingkat Internasional sebanyak 1.069 peserta, serta Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat Wilayah Jabodetabek yang diikuti 208 grup.

“Beragam kategori ini menunjukkan bahwa sastra dapat berkembang melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari pembacaan puisi, penulisan cerita pendek, kritik sastra, hingga perpaduan bahasa dan musik dalam pertunjukan,” ungkapnya.

Menurutnya, pendaftaran dan pengiriman karya dilakukan secara digital melalui platform Jaklitera. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan literasi.

Piala HB Jassin 2026 merupakan agenda utama dalam rangkaian Festival Sastra HB Jassin 2026. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1993 oleh Bengkel Deklamasi, Piala HB Jassin sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang pelestarian kesusastraan Indonesia.

“Setelah melewati sejumlah jeda, ajang ini kembali digelar secara konsisten selama lima tahun berturut-turut, yakni pada 2022 hingga 2026,” ucapnya.

Ia menuturkan, penyelenggaraan tersebut meneruskan semangat Hans Bague Jassin dalam menghimpun, mendokumentasikan, dan melestarikan karya sastra Indonesia. Melalui ajang ini, pemerintah berharap ruang kreativitas bagi para penulis semakin luas, potensi sastrawan baru terus berkembang, dan ekosistem kesusastraan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Pada Malam Anugerah Piala HB Jassin 2026, turut diberikan penghormatan kepada Saini KM sebagai penerima Anugerah Sastra HB Jassin 2026 atas perjalanan lebih dari 50 tahun berkarya untuk sastra Indonesia.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Saini KM melalui karya puisi, drama, prosa, kritik sastra, pendidikan, serta pembinaan generasi muda. Penetapan penerima penghargaan dilakukan berdasarkan penilaian Dewan Kurator yang terdiri atas Melani Budianta, Mustari Irawan, dan Djoko Saryono.

“Penganugerahan ini mempertemukan dua sisi penting dalam perkembangan sastra, yakni penghormatan kepada sastrawan yang sudah menempuh perjalanan panjang berkarya dan pengakuan terhadap generasi baru dalam membangun kiprahnya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim menambahkan, perayaan Piala HB Jassin 2026 juga berlangsung di luar panggung utama.

Pada 16-17 Oktober 2026, penyelenggara menghadirkan Pameran Komunitas dan FnB serta panggung open mic yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung.

Pameran tersebut melibatkan Big Bad Wolf Books, Jakarta Book Party, Jnanasastra, Los Buku patjarmerah, Penalis, Rawamangun Concept, Redaksi Nawala-Rabupagi, Sekacil, Eattiew, Jiucible by Surplus, Kaneramen, dan Lace Coffee.

Kehadiran komunitas literasi, pelaku usaha makanan dan minuman, serta berbagai kelompok kreatif memperluas pengalaman pengunjung sekaligus mempertemukan aktivitas kebudayaan dengan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, panggung open mic menjadi ruang bagi pengunjung, komunitas sastra, dan peserta untuk menampilkan karya serta berbagi ekspresi. Melalui kegiatan ini, sastra tidak hanya hadir sebagai objek penilaian dalam kompetisi, tetapi juga sebagai praktik kebudayaan yang tumbuh melalui perjumpaan, pertukaran gagasan, dan keberanian berekspresi.

“Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Pustakarsa, yakni Festival Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra yang berlangsung pada 14-22 Oktober 2026,” imbuhnya.

Selama festival, lanjut Diki, masyarakat dapat mengikuti beragam kegiatan literasi, edukasi, dan kreativitas, antara lain pameran kearsipan, bedah buku naskah sumber arsip, membaca bersama Duta Baca DKI Jakarta, bincang literasi, read aloud, lokakarya menulis, pentas literasi dan musik, Piknik Baca Jakarta, serta Urban Reading Walk.

Malam Anugerah Piala H.B. Jassin 2026 juga menandai peluncuran awal atau kick-off Gerakan Literasi lima Abad Jakarta yang diinisiasi Dispusip Provinsi DKI Jakarta menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.

Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk menghasilkan karya tulis dan karya kreatif, seperti puisi, cerita pendek, kisah pengalaman, esai, serta berbagai bentuk tulisan yang merekam kehidupan Jakarta dari beragam perspektif.

“Pelajar, mahasiswa, pendidik, penulis, sastrawan, komunitas literasi, hingga masyarakat umum memiliki kesempatan untuk menyumbangkan cerita dan gagasan mengenai perjalanan ibu kota,” jelasnya.

Diki menyampaikan, penyelenggaraan Piala HB Jassin 2026 didukung berbagai pihak, antara lain Bengkel Deklamasi, Bank Jakarta, dan UP Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Dispusip DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada dewan kurator, dewan juri, peserta, finalis, komunitas, seniman, sastrawan, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Melalui Piala HB Jassin, Festival Sastra HB Jassin, dan Festival Pustakarsa 2026, Dispusip DKI Jakarta berharap budaya membaca dan menulis semakin mengakar di tengah masyarakat. Perpustakaan dan ruang kebudayaan juga diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya generasi penulis dan pemikir baru.

“Menjelang lima abad Jakarta pada 2027, sastra menjadi salah satu cara untuk merekam perjalanan kota, menyuarakan pengalaman warganya, dan mewariskan gagasan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

 

 

Artikulli paraprakLebih dari Lima Dekade, Asuransi Jasindo Perkuat Pengelolaan Risiko Usaha pada Hari Asuransi Nasional 
Artikulli tjetërDorong Pertumbuhan Ekonomi Digital, Ketika AI dan 5G Menjadi Tulang Punggung Digitalisasi di Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini