Beranda UMKM Cerita Sukses Bakso Lesus, Wong Deso Usaha dari Gerobak Hingga Buka...

Cerita Sukses Bakso Lesus, Wong Deso Usaha dari Gerobak Hingga Buka Tiga Kedai

17
0

Kegigihan dan pantang menyerah menjadi kunci untuk seseorang meraih sukses dalam berbagai hal, termasuk dalam berwirausaha yang harus melalui proses anak tangga dari awal hingga menjadi besar. Pengalaman inilah yang telah dilakukan Tugimin (67) anak desa asal Yogyakarta yang sukses berdagang bakso keliling dari gerobak hingga memiliki tiga kedai bakso.

Usaha yang dirintisnya sejak awal tahun 1980, benar-benar melalui proses dari bawah dengan berkeliling gerobak bakso di Ciputat, Tangerang Selatan. Ya, Ciputat kala itu dikenal kampung pedalaman sepi penduduk dan tidak seramai saat ini. “Orang mengenal Ciputat dahulu tempat jin buang anak dan tak ada yang mau tinggal di sini,”ujar Tugimin kepada Neraca di Jakarta, kemarin.

Maka selang beberapa tahun kemudian, dirinya mengajak tiga adiknya untuk menyusul merantau ke Ciputat. Sagimin (57) sang adik kala itu yang baru lulus sekolah dasar ikut mengadu nasib dengan membantu sang kaka berdagang bakso, “Kaka saya yang duluan jualan bakso di Ciputat tahun 80 an, kemudian dia membawa adik-adiknya dan termasuk saya untuk merantau usaha yang sama,”katanya.

Tanpa sanak saudara, tanpa relasi dan hanya bermodalkan kegigihan dan pantang menyerah, empat saudara berhasil ini menaklukkan kerasnya dunia usaha di kota besar dengan pencapaian yang cukup menakjubkan. Dari bermodalkan gerobak bakso keliling hingga berhasil memiliki tiga kedai warung bakso dengan omset mencapai Rp10 juta perharinya.

Di balik kesuksesan merintis usaha membangun kedai bakso, ada usaha dan proses yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah.”Semangat saling asa dan asuh, empat saudara dalam usaha bakso membawa dampak kehidupan lebih baik,”tutur Sagimin.

Disampaikannya, Tugimin sang kakak menyadari betul kehadiran ketiga adiknya yang merantau ke Jakarta tanpa pengalaman bakal menjadi masalah bila dilepas begitu saja dan karena itu, dirinyalah yang menampung dan diajaknya membantu usahanya berdagang bakso keliling. Bermodalkan kala itu Rp3 juta untuk beli gerobak diajaknya sang adik untuk membantu berdagang. “Gigihnya kakak saya berdagang, saya angkat jempol. Saat sakit dan tidak sanggup bawa gerobak, dirinya tetap dagang dengan menyewa orang mendorong gerobak,”ungkapnya.

Namun sejak ada kehadiran sang adik, digantikan perannya. Namun sang kakak Tugimin tetap berdagang dengan memberanikan diri menyewa lapak di pasar Ciputat disamping kantor Pos. Selain itu, fitnah atas tuduhan memakai daging tikus oleh para pesaingnya berhasil dihadapinya dengan sikap tenang tanpa ada dendam. Hal itu justru dibalesnya dengan cara elegan membuktikan lewat menjaga cita rasa dan layanan yang optimal. Pada akhirnya, isu tuduhan tersebut hilang dengan sendirinya.

Rahmat (40), pelanggan bakso Lesus ini mengatakan, nyaman jajan bakso di sini. Selain tempatnya luas juga pelayanan yang gercep.”Kita datang  langsung pesan, gak pake lama sudah langsung diantar pesanan,”ujarnya.

Soal rasa, disampaikan bapak dua anak ini, kuahnya gurih kaldunya mantab dan gak ada duanya. Sementara untuk harga juga terjangkau. Oleh karena itu, jajan bakso dan mie ayam disini tak pernah absen. Hal senada juga disampaikan Evien (25), jajan bakso di sini gak pernah bikin bosen. Selain, cita rasa dan minyak mie yang sedap juga sambelnya yang tidak pelit,”Meja makan di sini sudah disiapkan sambel dan sausnya masing-masing tanpa perlu sharing dengan meja makan sebelahnya,”tandasnya.

Menurutnya, harganya cukup bersahabat di kantong seperti dirinya yang masih kuliah. Enaknya lagi, dikatakan Evien, pembayaran bisa melalukan QRIS atau dompet digital. “Bagi kita anak Gen Z, semua transaksi dilakukan dengan digital jadi ngebantu bangat yang jarang banget bawa uang cash,”tandasnya.

 

Disokong BRI

 

Krisis ekonomi di tahun 1998, menjadi titik balik usahanya berkembang pesat. Meski dihantam dampak krisis ekonomi, hal tersebut tidak membawa usahanya gulung tikar.”Sepinya warung bakso, masih ada yang beli di sini. Hanya saja gak bisa mengejar kenaikan harga barang,”kata Sagimin.

Oleh karena itu, guna mendanai usahanya tetap lanjut, peran dan kontribusi Bank Rakyat Indonesia (BRI) sangat berarti dalam memberikan pinjaman dan menyokong usahanya yang sempat terseok-seok. Kehadiran BRI tidak hanya sekedar beri pinjaman tetapi memberikan pendampingan UMKM seperti usahaya agar tetap bertahan dan kondisi ini terus berjalan juga saat pandemi Covid-19.

Kata Sugimin, perkelanan usahanya terdahap dunia perbankan adalah BRI pertama kali sebelum dengan bank swasta lainnya. “Saya yang buta akses ke bank, BRI pertama kali yang bantu dan termasuk dukungan pinjaman KUR hingga saat ini,”tuturnya.

Saking tepat waktunya bayar pinjaman kredit, lanjut Sugimin, pimpinan cabang BRI sempat mampir di kedai bakso Lesus miliknya melihat prestasi usaha. “Kita awal pinjaman Rp5 juta, 15 juta, terus naik jadi 40 juta hingga mencapai Rp150 juta dan semuanya dibayar lunas sebelum jatuh tempo,”katanya.

Disampaikan bapak tiga anak ini, utang atau pinjaman kepada BRI selain untuk menambah modal usaha juga memacu dirinya semangat usaha. “Kalau gak ada utang gak ada yang memacu kita semangat usaha,”jelasnya.

Kini dengan dukungan BRI, tidak hanya memberikan dampak terhadap usahanya yang tetap eksis tetapi juga membuka lapangan kerja di gerai usaha mikiknya.”Dari tiga cabang yang ada, kita setidaknya membuka lapangan kerja baru dan apalagi kalau kita terus menambah cabang lagi.”tegasnya.

Harga bakso dan mie ayam yang dibandrol mlai dari Rp25 ribu, tiap harinya mengabiskan 300 mangkok dan 25 kg daging. Kedepan, ditengah geliat usahanya masih menaruh asa bisa ditelurkan kepada anak atau para keponakan sebagai generasi kedua.”Anak sekarang jarang mau usaha dagang bakso dan kita inginnya bakso Lesus berjalan dipegang generasi kedua dan hal ini sudah kita libatkan mereka untuk terjun langsung melayani konsumen,”jelasnya.

 

Artikulli paraprakPercayakan BAZNAS RI, Tokopedia Salurkan Bantuan Pendidikan Bagi Santri SCB
Artikulli tjetërIndonesia Bidik Pasar Eurasia, Kerja Sama Industri dengan Rusia Makin Diperkuat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini