Beranda Properti Gading Serpong Catat Pertumbuhan Bisnis, City Gate Disiapkan Jadi Gerbang Serpong CBD

Gading Serpong Catat Pertumbuhan Bisnis, City Gate Disiapkan Jadi Gerbang Serpong CBD

3
0

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Tangerang ikut mendorong perubahan wajah Gading Serpong dari kawasan hunian menjadi salah satu koridor komersial baru di barat Jakarta. Meningkatnya aktivitas usaha, pembukaan bisnis baru, serta kebutuhan ruang komersial yang lebih representatif menjadi dasar pengembangan Serpong Central Business District atau Serpong CBD, dengan City Gate sebagai salah satu proyek utamanya.

Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus mengatakan pertumbuhan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan kawasan properti. Menurutnya, kawasan yang semula bertumpu pada hunian akan berkembang ke fungsi lain seiring bertambahnya populasi, mobilitas, dan kebutuhan layanan.“Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain,” kata Anton di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, wilayah Tangerang, termasuk Serpong dan Gading Serpong sejak lama dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta yang berkembang pesat. Perkembangan itu ditopang oleh kualitas hunian, rencana pengembangan kawasan yang matang dari sejumlah pengembang, serta konektivitas dengan kawasan lain di sekitarnya. “Memang beberapa pengembang di sana memiliki rencana pengembangan yang cukup bagus. Masyarakat juga tahu bahwa daerah barat, seperti Serpong dan sekitarnya, memiliki potensi besar. Di timur juga ada yang bagus. Ini karena di dalam kota Jakarta harga tanah dan properti sangat tinggi, sementara penyangga Jakarta menawarkan opsi yang lebih terjangkau,” jelas Anton.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Summarecon Serpong menyiapkan Serpong CBD sebagai pusat aktivitas bisnis baru di kawasan Gading Serpong. Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan pengembangan kawasan bisnis ini dilakukan untuk merespons perubahan kebutuhan ruang usaha yang semakin beragam.

Menurut Albert, pelaku usaha saat ini tidak hanya membutuhkan tempat operasional, tetapi juga lokasi yang memiliki visibilitas tinggi, akses mudah, fasilitas pendukung, dan ruang yang mampu memperkuat identitas merek. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan City Gate di kawasan Summarecon Serpong.

City Gate dikembangkan di atas lahan seluas 40 hektare dan diposisikan sebagai gerbang Serpong CBD. Kawasan ini terhubung dengan Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard. Dari sisi akses, City Gate didukung konektivitas menuju Tol Jakarta-Tangerang, Tol Serpong-Balaraja, serta pengembangan akses Melody-Diklat Pemda.

Dengan posisi tersebut, City Gate tidak hanya berfungsi sebagai area komersial baru, tetapi juga sebagai etalase bisnis di Gading Serpong. Kawasan ini berada pada jalur penghubung antara Summarecon Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci, sehingga dinilai memiliki potensi untuk menarik arus pengunjung dari berbagai kawasan sekitar.

Albert mengatakan, City Gate dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan usaha, mulai dari kantor, showroom, layanan profesional, klinik, makanan dan minuman, hingga bisnis yang membutuhkan kunjungan pelanggan secara langsung. Karena itu, produk komersial yang disiapkan tidak hanya berupa bangunan siap guna, tetapi juga kavling komersial yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pemilik usaha.

Salah satu produk utama di kawasan ini adalah City Gate Office Suites. Produk tersebut dirancang sebagai bangunan enam lantai dengan luas tanah 220-264 meter persegi dan luas bangunan hingga 1.337 meter persegi. Bangunan ini dilengkapi double facade, outdoor mezzanine setinggi 3 meter, serta frontage langsung ke boulevard utama.“City Gate Office Suites disiapkan untuk bisnis yang membutuhkan ruang representatif sekaligus ekspresi brand. Dengan bangunan enam lantai, double facade, outdoor mezzanine, dan frontage ke Boulevard Gading Serpong, produk ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan ruang kerja sekaligus ruang untuk menampilkan identitas bisnisnya,” kata Albert.

Selain Office Suites, Summarecon Serpong juga menyiapkan City Gate Graha. Produk ini ditawarkan sebagai bangunan lima lantai dengan luas tanah 108-153 meter persegi dan luas bangunan 453-603 meter persegi. City Gate Graha memiliki frontage ke Symphonia Boulevard dan diarahkan untuk bisnis yang membutuhkan ruang lebih besar dibandingkan format komersial konvensional.

City Gate Graha cocok untuk showroom, kantor, layanan profesional, maupun bisnis berbasis kunjungan. Menurut dia, format lima lantai memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan fungsi ruang sesuai model bisnis masing-masing.“City Gate Graha dirancang untuk kebutuhan bisnis yang memerlukan bangunan komersial dengan skala besar dan visibilitas kuat. Format lima lantai memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan konsep showroom, kantor, layanan profesional, maupun bisnis berbasis kunjungan,” ujarnya.

Selain bangunan siap guna, City Gate juga menawarkan kavling komersial. Produk ini ditujukan bagi pelaku usaha yang membutuhkan keleluasaan dalam merancang bangunan, mulai dari fasad, kapasitas ruang, kebutuhan teknis, hingga alur operasional. Albert mengatakan, fleksibilitas tersebut penting karena setiap bisnis memiliki kebutuhan ruang dan karakter merek yang berbeda.“Kavling komersial kami siapkan untuk memberi fleksibilitas kepada pelaku usaha yang memiliki kebutuhan desain dan operasional lebih spesifik. Dengan opsi ini, pemilik bisnis dapat mengembangkan bangunan sesuai karakter brand dan model usahanya,” kata Albert.

Sebagai informasi, sepanjang 2025, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp37,62 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyumbang Rp11,78 triliun, sementara sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp4,86 triliun. Sektor tersier, yang mencakup jasa, perdagangan, logistik, dan properti, mendominasi dengan porsi 57,9 % dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Di Gading Serpong, pertumbuhan aktivitas komersial juga terlihat dari pembukaan 1.464 bisnis baru sepanjang 2025. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap ruang usaha, terutama dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, dan bisnis berbasis kunjungan langsung.

 

Artikulli paraprakUsung “More Than a Race”, MJM 2026 Jadi Gelaran Terbesar dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan Yogyakarta
Artikulli tjetër“Ghost Buzzer” , Komedi Horor Fantasi Ramah Anak Raih Dukungan Kak Seto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini