Beranda Ekonomi Daerah Berkah Ramadan, Usaha Kue Kering UMKM Binaan BAZNAS Raup Omzet Rp16 Juta

Berkah Ramadan, Usaha Kue Kering UMKM Binaan BAZNAS Raup Omzet Rp16 Juta

24
0

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) berhasil mendorong pengembangan usaha mikro mustahik binaan di Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Salah satu penerima manfaat, Silvyani (54), pelaku usaha makanan ringan dan kue kering asal Bintoro, mampu meraup omzet hingga Rp16 juta selama Ramadan 2026.

Adapun berbagai jenis makanan ringan dan kue kering yang diproduksi Silvyani, mulai dari mete goreng, egg roll, bawang goreng, hingga aneka kue kering, seperti nastar. Produk-produk tersebut dipasarkan ke lingkungan sekitar, termasuk pesanan dari perkantoran dan relasi pribadi yang membutuhkan sajian Ramadan dan Lebaran.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., mengapresiasi semangat dan ketekunan UMKM binaan BAZNAS yang di usia lanjut masih tetap produktif dan berdaya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak nyata dalam penguatan ekonomi umat.

“Inilah bukti bantuan BAZNAS yang tepat sasaran bertemu dengan mustahik yang mampu mengoptimalkan bantuan dari BAZNAS tersebut menjadi kombinasi yang baik dan luar biasa dalam menyejahterakan umat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, semangat dan ketekunan mustahik menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pemberdayaan. Silvyani dinilai mampu membaca peluang pasar saat Ramadan dan memaksimalkan dukungan modal yang diberikan.

“BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan, menghubungkan amanah para muzaki dengan kebutuhan mustahik produktif, sehingga tercipta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” kata Saidah.

Lebih lanjut, Saidah menegaskan pihaknya akan terus mengencarkan program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu.

“Melalui zakat yang dikelola BAZNAS, keberkahan itu nyata dirasakan mustahik. Ini bukan hanya menguatkan pedagang kecil, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat dan menghadirkan harapan. Dengan demikian, ikhtiar BAZNAS mampu memperkuat UMKM sekaligus berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, penerima manfaat program BMD, Silvyani menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bantuan BAZNAS. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan BAZNAS sangat berarti bagi keberlanjutan usahanya.

“Alhamdulillah dari bantuan modal yang diberikan BAZNAS saya langsung manfaatkan untuk menambah kapasitas produksi, khususnya pada produk mete dan kue kering yang permintaannya meningkat tajam saat Ramadan. Dari situ, pendapatan usaha saya selama Ramadan ini bisa mencapai Rp16 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp6 juta,” ujar Silvyani.

Silvyani mengatakan, dengan tambahan modal dari BAZNAS, ia mampu membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, meningkatkan kualitas kemasan, dan memenuhi pesanan tepat waktu. “Alhamdulillah, di bulan puasa tahun ini banyak pesanan yang masuk. Ada dari kantor dinas dan teman-teman,” katanya.

Ke depan, Silvyani berharap program BAZNAS Microfinance Desa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang kecil. “Terima kasih BAZNAS dan para muzaki. Bantuan ini sangat membantu saya. Semoga semuanya mendapat keberkahan,” tuturnya.

Artikulli paraprakBerburu Takjil Bukan Sekedar Self Reward
Artikulli tjetërBAZNAS dan HFI Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini