Beranda Ekonomi Daerah Jadi Bagian dari Rangkaian Natal Nasional 2025, Seminar Nasional 2026 di UPH...

Jadi Bagian dari Rangkaian Natal Nasional 2025, Seminar Nasional 2026 di UPH Tegaskan Peran Keluarga bagi Persatuan Bangsa

13
0

Keterangan foto : Kiri ke kanan. Dr. (H.C.) James Riyadi (Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, Praktisi Bisnis), Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI), Maruarar Sirait, S.I.P. (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional), Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. (Rektor Universitas Pelita Harahan), dan Prof. Pdt. Dr. Binsar Pakpahan (Ketua STFT Jakarta, Koordinator Nasional Seminar Natal) pada Seminar Nasional Natal 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang digelar di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (3/2/2026), sekaligus menjadi penutup rangkaian Natal Nasional 2025 yang sederhana, berdampak, melalui kegiatan aksi sosial di seluruh Indonesia.

Tangerang, Di tengah dinamika sosial, pergeseran nilai, serta tantangan ketahanan keluarga yang semakin kompleks di Indonesia, penguatan peran keluarga menjadi isu strategis bagi persatuan bangsa.

Kesadaran inilah yang melandasi rangkaian Natal Nasional 2025 yang mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga – Matius 1:21–24”. Melalui tema tersebut, masyarakat diajak merefleksikan kembali keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian tersebut,

Universitas Pelita Harapan (UPH) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, yang digelar pada 3 Februari 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang.

Sebelumnya, rangkaian Natal Nasional 2025 telah berlangsung sejak Desember 2025 di sembilan kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, dan Merauke. Tak hanya menjadi ruang refleksi iman dan kebangsaan, rangkaian ini juga diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari bakti sosial, bantuan bagi korban bencana, pemberian beasiswa, perbaikan gereja, hingga penyediaan ambulans di berbagai daerah.

Seminar Nasional 2026 di UPH diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta yang hadir secara luring di lokasi kegiatan dan daring melalui siaran langsung YouTube, yang menjangkau UPH Kampus Medan dan Kampus Surabaya. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, meliputi civitas academica UPH, siswa dan guru Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria dan Curug, serta Sekolah Dian Harapan (SDH) Lippo Village, hingga keluarga besar Lippo Group, media, dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., selaku Rektor UPH, menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Melalui pendidikan, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman yang menuntun setiap anggotanya untuk bertumbuh secara utuh dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. Ia turut mengungkapkan harapannya agar semangat Natal dapat dirasakan dan dihidupi oleh keluarga-keluarga di berbagai daerah.

“Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa,” ucap Rektor UPH.

Sambutan turut disampaikan oleh Maruarar Sirait, S.I.P., Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (RI), sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025. Ia menegaskan pentingnya membangun Indonesia melalui langkah-langkah nyata yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan bersama.

Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai dari pembagian seribu paket pendidikan senilai Rp10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20 ribu paket sembako di 10 wilayah Indonesia, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30 ribu Alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam,” jelas Maruarar.

Menutup sambutannya, Maruarar menyampaikan harapannya akan lahirnya generasi baru yang berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

“Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak Tuhan yang menegakkan kebenaran dan keadilan, apa pun risikonya,” tutupnya.

 

Artikulli paraprakHuawei nova 14 Pro Resmi Dirilis, Berikut Tiga Andalannya
Artikulli tjetërBersama BAZNAS RI Pulihkan Sumatra, APPI dan iLeague Salurkan Bantuan Rp340 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini