Beranda Industri Jelang Akhir Tahun, Indeks Kepercayaan Industri Konsisten Ekspansi

Jelang Akhir Tahun, Indeks Kepercayaan Industri Konsisten Ekspansi

74
0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi merilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 yaitu sebesar 51,90, atau turun 1,55 poin dibandingkan November 2025 sebesar 53,45. Sementara secara year on year (yoy), IKI Desember juga mengalami perlambatan 1,03 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perlambatan IKI Desember dipengaruhi faktor musiman, dan industri masih wait and see terhadap kebijakan pemerintah tahun 2026,” kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa (30/12).

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 17 industri yang mengalami ekspansi dan 6 subsektor mengalami kontraksi. Adapun, subsektor yang mengalami ekspansi memiliki kontribusi sebesar 79,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan III tahun 2025.

Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi yaitu industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, serta industri pengolahan kayu lainnya,” ungkapnya.

Pada Desember 2025, IKI variabel pesanan baru juga mengalami perlambatan sebesar 3,17 poin,. Hal yang sama juga dialami IKI variabel persediaan produk yang melambat sebesar 1,20 poin. Sementara nilai IKI variabel produksi masih kontraksi namun naik 0,92 poin.

“Saat ini, kebanyakan industri menunda kontrak bahan baku atau menunda mengeluarkan barang produksinya ke pasar, karena sebagian besar mereka masih menahan (wait and see). Industri saat ini masih mengambil ancang-ancang untuk produksi barang tahun 2026,” jelas Febri.

Dari sisi ekspor, pada Desember 2025 ini mencapai 52,36 atau masih ekspansi namun melambat 1,82 poin dibandingkan bulan November 2025 sebesar 54,18. Sementara IKI domestik pada Desember 2025 juga mengalami perlambatan sebesar 1,38 poin dibandingkan November 2025 yang mencapai 52,71.

Pada rilis IKI Desember 2025, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya 6 bulan kedepan masih menunjukkan adanya tren peningkatan sebesar 71,8 persen, atau naik 0,8 persen dari bulan sebelumnya.

“Sebanyak 23,5 persen pelaku usaha juga menyatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan mendatang,” tutup Febri.

Artikulli paraprakTeknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks
Artikulli tjetërBanjir Ekstrem dan Batas Alami Hutan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini