NERACAONLINE – Standard Chartered Indonesia menilai digitalisasi perdagangan berpotensi meningkatkan nilai perdagangan global sebesar USD2,8 triliun atau 6,9% di atas proyeksi dasar pada 2031. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dokumen digital, dan otomatisasi dinilai dapat meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia Treasury Leadership Forum 2026 yang digelar Standard Chartered Indonesia di Jakarta, Selasa (13/10). Forum bertema The Blueprint for Tomorrow: From Today’s Disruption to Tomorrow’s Opportunity itu membahas dampak perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global terhadap pengelolaan keuangan perusahaan serta rantai pasok.
CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE mengatakan, perkembangan pembayaran digital di Indonesia menunjukkan perubahan kebutuhan transaksi yang semakin cepat. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi pembayaran digital pada Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi, tumbuh lebih dari 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ke depan, AI dan mata uang digital berpotensi mengubah cara perusahaan melakukan transaksi keuangan, sehingga transaksi tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga semakin otomatis, cerdas, dan terhubung,” ujar Donny.
Selain transformasi pembayaran, forum tersebut menyoroti peluang Indonesia di tengah perubahan rantai pasok global. Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan. Sementara investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun, meningkat 43,3%.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group Shinta Kamdani menekankan pentingnya peluang, daya saing, dan konektivitas agar dunia usaha mampu memanfaatkan perubahan ekonomi global.
Menurut Shinta, masuknya investasi perlu diikuti penguatan pemasok lokal, peningkatan keterampilan dan teknologi, serta dukungan infrastruktur, logistik, dan pembiayaan agar nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dinikmati di dalam negeri.
Forum tahunan ini juga membahas tantangan keamanan siber, pencegahan penipuan, dan ketahanan operasional seiring meningkatnya penggunaan sistem pembayaran digital. Standard Chartered berharap forum tersebut dapat membantu perusahaan memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.




































