NERACAONLINE, Penguatan ekosistem maritim nasional perlu diiringi dengan pengelolaan risiko yang terencana untuk menjaga keberlangsungan operasional dan distribusi logistik laut.
Sejalan dengan dorongan Kementerian Perhubungan untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan maritim, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau yang dikenal dengan Asuransi Jasindo memandang perlindungan aset dan mitigasi risiko sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi laut yang tangguh dan berkelanjutan.
Kementerian Perhubungan sebelumnya mendorong kolaborasi antara pemerintah, operator, industri galangan kapal, pengelola pelabuhan, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi untuk memenuhi kebutuhan transportasi laut nasional yang selamat, aman, andal, terjangkau, dan berdaya saing.
Kebutuhan armada nasional hingga 2029 diproyeksikan mencapai sekitar 15.105 unit kapal, dengan kebutuhan yang belum terpenuhi sekitar 9.613 unit berdasarkan data pembangunan kapal periode 2024 hingga September 2026.
Bagi Asuransi Jasindo, penguatan kapasitas armada dan infrastruktur maritim perlu berjalan beriringan dengan kesiapan menghadapi berbagai risiko yang menyertai aktivitas pelayaran dan logistik. Risiko kerusakan kapal, kehilangan atau kerusakan muatan, hingga tanggung jawab hukum dapat menimbulkan dampak finansial dan mengganggu kelancaran operasional apabila tidak dikelola dengan baik.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menyampaikan bahwa pengelolaan risiko merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun ekosistem maritim yang tangguh.
“Penguatan ekosistem maritim tidak hanya berbicara tentang penambahan armada dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga bagaimana seluruh pelaku industri mempersiapkan diri menghadapi risiko operasional. Aktivitas maritim melibatkan banyak pihak dan memiliki karakteristik risiko yang beragam. Karena itu, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perencanaan bisnis agar potensi kerugian dapat diantisipasi dan keberlangsungan operasional tetap terjaga,” ujar Brellian.
Sebagai perusahaan asuransi umum, Asuransi Jasindo memiliki solusi perlindungan untuk berbagai risiko di sektor maritim, antara lain Marine Hull untuk risiko yang berkaitan dengan kapal, Marine Cargo untuk risiko kehilangan atau kerusakan muatan selama pengangkutan, serta Marine Liability untuk risiko tanggung jawab hukum. Perlindungan diberikan sesuai dengan cakupan dan ketentuan masing-masing polis untuk membantu nasabah mengelola konsekuensi finansial dari risiko yang dipertanggungkan.
Lebih dari sekadar memberikan perlindungan asuransi, Asuransi Jasindo mengedepankan pendekatan Risk Management Partnership, yang menempatkan perusahaan sebagai mitra nasabah dalam memahami karakteristik risiko dan menentukan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pendekatan ini mendorong pengelolaan risiko yang lebih terarah, mulai dari identifikasi risiko, penentuan kebutuhan mitigasi, hingga perlindungan terhadap risiko yang dapat diasuransikan.
“Melalui pendekatan Risk Management Partnership, Asuransi Jasindo ingin menjadi mitra bagi pelaku industri dalam memahami dan mengelola risiko, bukan hanya ketika risiko tersebut menimbulkan kerugian. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap profil risiko, nasabah dapat mempertimbangkan langkah mitigasi dan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya,” tambah Brellian.
Menurut Asuransi Jasindo, kolaborasi antarpemangku kepentingan maritim juga membuka ruang untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan risiko dalam setiap mata rantai logistik laut. Sinergi antara pelaku usaha dan mitra perlindungan risiko diharapkan dapat mendukung kesiapan industri dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.
Melalui peran sebagai Risk Management Partner, Asuransi Jasindo berkomitmen mendukung pelaku industri maritim dalam mengelola risiko secara terukur, melindungi aset, dan menjaga keberlangsungan bisnis. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Asuransi Jasindo dalam mendukung ekosistem maritim nasional yang semakin tangguh serta kelancaran distribusi logistik Indonesia.



































