Beranda Asuransi Pendidikan dan Kekayaan Jadi Prioritas Warisan bagi 65% Responden Indonesia

Pendidikan dan Kekayaan Jadi Prioritas Warisan bagi 65% Responden Indonesia

27
0

NERACAONLINE – Warisan keluarga tidak hanya berkaitan dengan harta kekayaan, seperti rumah, tanah, tabungan, dan investasi. Pendidikan, nilai-nilai keluarga, serta pengalaman hidup juga menjadi bekal penting yang dapat memengaruhi masa depan generasi penerus.

Temuan Studi Sun Life Asia 2026 bertajuk Meneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaan menunjukkan, kesempatan pendidikan dan kekayaan sama-sama masuk dalam tiga prioritas utama warisan bagi 65% responden Indonesia. Sementara itu, tradisi keluarga menjadi prioritas bagi 47% responden.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menilai warisan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memindahkan aset kepada generasi berikutnya. Warisan juga mencakup nilai, pengetahuan, dan kesempatan yang membantu anggota keluarga membangun masa depan secara mandiri.

Dalam konteks tersebut, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi salah satu bekal penting yang perlu diwariskan. Generasi penerus tidak cukup hanya mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki keluarga, tetapi juga perlu memahami bagaimana uang diperoleh, digunakan secara bertanggung jawab, dikembangkan, dan dibagikan.

Selain pemahaman keuangan, pendidikan juga menjadi bagian penting dari perencanaan warisan. Berdasarkan studi tersebut, dari responden Indonesia yang berencana mewariskan kekayaan, sebanyak 61% ingin menggunakan asetnya untuk membiayai pendidikan generasi berikutnya, mulai dari pendidikan formal hingga pengembangan keterampilan.

Pendidikan dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang karena membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi penerus untuk mengembangkan kemampuan dan menentukan pilihan hidupnya.

Di sisi lain, nilai-nilai keluarga seperti kejujuran, kerja keras, kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab juga berperan dalam menentukan bagaimana kekayaan digunakan. Nilai tersebut menjadi pedoman bagi generasi penerus ketika mengambil keputusan, termasuk dalam mengelola aset keluarga.

Pengalaman hidup juga dapat menjadi bagian dari warisan yang berharga. Cerita mengenai perjalanan karier, keberhasilan, kegagalan bisnis, hingga kesalahan dalam mengambil keputusan finansial dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.

Penyampaian pengalaman tersebut dapat dilakukan melalui percakapan keluarga, catatan, maupun surat yang mendokumentasikan perjalanan dan prinsip hidup keluarga. Dengan demikian, generasi penerus tidak hanya menerima hasil dari kekayaan yang telah dibangun, tetapi juga memahami proses dan nilai di baliknya.

Sementara itu, studi Sun Life Asia 2026 juga menemukan bahwa 74% responden Indonesia yang berencana mewariskan kekayaan ingin aset tersebut diinvestasikan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Temuan ini menunjukkan pentingnya perencanaan dalam menjaga keberlanjutan aset keluarga. Keputusan investasi dan perlindungan keuangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan finansial, serta profil risiko masing-masing keluarga.

Dengan demikian, perencanaan warisan tidak harus menunggu hingga seseorang memiliki kekayaan dalam jumlah besar. Pembiasaan mengelola uang secara bijak, memberikan akses pendidikan, menanamkan nilai keluarga, serta berbagi pengalaman hidup dapat menjadi langkah awal untuk membangun warisan lintas generasi.

Warisan yang berkelanjutan pada akhirnya bukan hanya mengenai besarnya aset yang ditinggalkan, melainkan juga kemampuan generasi penerus untuk mengelola kekayaan, mempertahankan nilai keluarga, dan membangun masa depan secara mandiri.

Artikulli paraprakMakin Eksploratif Pilih Produk F&B, GrabAds Dorong Brand Menangkan Top of Mind dan Top of Cart
Artikulli tjetërLINC Raih “Warehouse Provider of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini