Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat Kota Tasikmalaya sebesar Rp173.536.250 yang dihimpun melalui BAZNAS Kota Tasikmalaya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Tasikmalaya, Drs. H. Rahmat Riza Setiawan, yang didampingi Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tasikmalaya Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak, S.Pd., M.Pd., M.Si., Kasi Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Kota Tasikmalaya, Ibu Utin Saltini, S.Ag., M.Si., dan diterima langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kota dan masyarakat Kota Tasikmalaya kepada BAZNAS RI untuk mengelola dan menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari Pemerintah Kota serta masyarakat Kota Tasikmalaya untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra. Total dana sebesar Rp173.536.250 ini akan kami kelola dan salurkan secepatnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut akan dialokasikan dalam rencana program tahun 2026 dengan fokus utama pada penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar. “Saat ini, penanganan bencana di beberapa wilayah masih berada dalam masa tanggap darurat dan transisi menuju pemulihan. Kebutuhan di lapangan sangat besar, terlebih menjelang Ramadan,” katanya.
Rizaludin menambahkan, bencana kerap menjadi titik awal munculnya mustahik baru sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan oleh negara saja. “Negara tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, peran BAZNAS menjadi sangat penting untuk melengkapi upaya pemerintah dalam penanganan dan pemulihan pascabencana,” katanya.
Lebih lanjut, Rizaludin menyampaikan, BAZNAS RI telah menyiapkan sejumlah program pemulihan, seperti kembali ke sekolah, kembali ke rumah, kembali ke masjid atau musala, serta kembali bekerja, agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat pulih secara bertahap.
“Pada Ramadan tahun ini, fokus kami adalah program Zakat Menguatkan Indonesia dengan mendorong solidaritas dan bantuan kemanusiaan untuk Sumatra dan wilayah lain di Indonesia. Zakat dapat disalurkan untuk kebencanaan sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku,” ujar Rizaludin.
Sementara itu, Asda 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tasikmalaya Drs. H. Rahmat Riza Setiawan, mengatakan bantuan yang diserahkan merupakan amanah murni dari masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Walaupun jumlahnya tidak sebesar donasi miliaran, kami berharap bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Sedekah ini sepenuhnya kami titipkan melalui BAZNAS RI agar dikelola dan disalurkan secara amanah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Tasikmalaya, Ahmad Zaki Mubarak, mengatakan sejak menerima kabar bencana di Sumatra, BAZNAS Kota Tasikmalaya langsung bergerak menghimpun bantuan dari masyarakat.
Menurutnya, momentum penyerahan bantuan saat ini dinilai tepat karena telah memasuki tahap pemulihan, khususnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap yang sangat dibutuhkan oleh para korban bencana. Ke depan, BAZNAS Kota Tasikmalaya juga berencana kembali menghimpun bantuan pada bulan Ramadan.
“Skala kebutuhan di Sumatra memang lebih besar, sehingga kami memprioritaskan bantuan ke wilayah tersebut. Insyaallah, masyarakat Kota Tasikmalaya akan terus menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra dan wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.




































