Beranda Pendidikan KREASI 2026, Investasi Strategis Mencetak Peneliti Muda Indonesia

KREASI 2026, Investasi Strategis Mencetak Peneliti Muda Indonesia

28
0

NERACAONLINE- Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang SMA/MA sederajat sukses menyelenggarakan babak final pada 20–22 Oktober 2026 di Yogyakarta. Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim yang juga Ketua Dewan Juri Bidang Ilmu Sosial Humaniora dan Keagamaan KREASI dalam siaran persnya di Yogyakarta, kemarin menegaskan, KREASI bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan penghargaan, melainkan investasi strategis bagi masa depan bangsa dalam membangun budaya ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi sejak usia muda.

Dirinya mengapresiasi, perkembangan KREASI yang terus bergerak maju dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan riset. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga menciptakan perubahan melalui pengetahuan dan inovasi. “Para siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna pengetahuan, melainkan juga pencipta pengetahuan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,”ujarnya.

Ditambahkannya pula, komitmen tersebut diperkuat melalui kerja sama antara Pusat Riset Kependudukan BRIN dan Yayasan Abak Cendikia yang ditandatangani pada 8 Juli 2026. Perjanjian kerja sama ini mencakup pembinaan penelitian bagi guru dan remaja, peningkatan kapasitas, seminar, lokakarya, pendampingan penelitian, pertukaran pengetahuan, hingga publikasi ilmiah. Dalam pelaksanaan KREASI 2026, sebanyak 13 peneliti BRIN turut terlibat, terdiri atas delapan peneliti dari Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora serta lima peneliti dari unit di luar organisasi tersebut. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk menjembatani dunia riset dengan dunia pendidikan serta memperluas akses siswa terhadap pendampingan dan pengalaman penelitian.

Kaya Ali Yansyah, tiga pesan utama, yakni berani bermimpi besar, menjunjung tinggi integritas ilmiah, dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dirinya mengingatkan bahwa peneliti yang hebat bukanlah mereka yang selalu merasa benar, melainkan mereka yang jujur terhadap data, terbuka terhadap kritik, bersedia memperbaiki kesalahan, dan tidak pernah berhenti belajar.

Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Dirinya berharap para peserta terus mengembangkan penelitian yang mampu menjawab berbagai persoalan, mulai dari kependudukan, sosial, pendidikan, hingga lingkungan.

Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan, Muhamad Abduh, mengapresiasi Abak Academy beserta seluruh mitra yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, menguji gagasan, dan menghasilkan inovasi. Disampaikannya, KREASI sejalan dengan slogan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sekaligus mendukung semangat pembelajaran STEM Nasional melalui slogan “Berani Mencoba, Kreatif Mencipta”. “Melalui penelitian dalam bidang matematika, sains, teknologi, dan lingkungan, siswa didorong untuk mengembangkan kreativitas serta menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan,”ungkapnya.

Dia juga menekankan pentingnya kemampuan mengevaluasi informasi, menguji kebenaran berdasarkan bukti, dan mempertimbangkan aspek etika dalam pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI). Sementara itu, Direktur Abak Academy sekaligus inisiator KREASI, Munasprianto Ramli mengajak para peserta untuk terus menjaga semangat meneliti karena bangsa yang besar membutuhkan banyak peneliti andal yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan.

Dia mengingatkan bahwa perjalanan seorang peneliti tidak berakhir ketika kompetisi selesai, melainkan terus berlanjut melalui proses belajar, mencoba, mengevaluasi, dan menyempurnakan hasil penelitian. Munasprianto juga berpesan agar para peserta menjaga persahabatan dan jejaring yang terbangun selama kompetisi sebagai modal untuk saling belajar dan berkolaborasi. Bagi siswa yang belum berhasil meraih medali emas, ia meminta agar mereka tidak patah semangat dan menjadikan pengalaman KREASI sebagai bekal untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Wakil Dekan FMIPA UGM Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Inovasi, Fajar Adi Kusumo mengingatkan, peserta agar tidak jumawa ketika menang dan tidak patah semangat ketika kalah. Ia menegaskan bahwa medali merupakan bonus, sedangkan hal yang lebih penting adalah keberlanjutan penelitian dan dampak yang dihasilkannya. Para siswa didorong untuk tidak hanya berlomba demi penghargaan, tetapi juga memikirkan bagaimana hasil penelitian mereka dapat menjawab persoalan di lingkungan sekitar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

KREASI 2026 dilaksanakan melalui tahapan pengajuan proposal, pendampingan penelitian secara daring, hingga pengumpulan laporan akhir. Penilaian melibatkan peneliti BRIN, dosen dan peneliti FMIPA UGM, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) Universitas Indonesia. Keterlibatan para akademisi dan peneliti ini mendukung proses penilaian sekaligus memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengembangkan dan mempertanggungjawabkan karya berdasarkan kaidah ilmiah.

Pada pengumuman hasil akhir, MAN 4 Jakarta berhasil meraih juara umum pertama KREASI 2026 jenjang SMA/MA sederajat dengan perolehan dua medali emas dan tiga medali perak. Posisi juara umum kedua diraih MAN 2 Kudus dengan dua medali emas dan satu medali perak, sedangkan SMA Sabilillah Malang menempati posisi juara umum ketiga. Melalui penyelenggaraan KREASI, Abak Academy bersama BRIN, FMIPA UGM, dan berbagai mitra berharap budaya riset dan inovasi semakin berkembang di kalangan pelajar Indonesia. Prestasi dalam kompetisi diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya generasi peneliti yang berintegritas, kreatif, dan mampu menghasilkan ilmu pengetahuan serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Sebagai informasi, ajang yang diselenggarakan oleh Abak Academy dengan dukungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini diikuti sekitar 388 kelompok riset dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, termasuk siswa Sekolah Indonesia Makkah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 650 tim yang telah mengirimkan laporan akhir penelitian.

Artikulli paraprakBRI Life Luncurkan Asuransi Corporate Eazy (COZY), Hadirkan Solusi Proteksi Fleksibel dengan Premi Mulai Rp1.000 per Hari
Artikulli tjetërUtomo Charge+ Jadi Mitra Strategis BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Flash Charging di Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini