NERACAONLINE-Atas nama kemanusiaan dan juga tanggung jawab sosial perusahaan, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama 19 perusahaan anggota memberikan bantuan terhadap masyarakat korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkolaborasi bersama Yayasan Benih Baik, inisiatif ini diwujudkan dengan donasi sebesar Rp315 juta untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/10) mengatakan, risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam. “Gempa bumi di NTT menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana. Melalui Program ISR ‘Kebaikan Berkelanjutan’ NTT, AAJI bersama perusahaan anggota mendukung pemulihan masyarakat terdampak.”ujarnya.
Kemudian sejalan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan upaya memperluas inklusi asuransi jiwa, AAJI juga menyerahkan 60 polis asuransi mikro kepada tenaga kesehatan, guru, dan relawan di NTT. Polis tersebut terdiri dari 30 polis dari PT AXA Mandiri Financial Services dengan perlindungan risiko meninggal dunia, serta 30 polis dari PT Asuransi BRI Life dengan perlindungan kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia.“Klaim yang dibayarkan adalah kewajiban yang kami tepati. Donasi dan polis hari ini adalah kepedulian di luar kewajiban, sekaligus langkah awal memperluas perlindungan asuransi jiwa di NTT,” ujar Kepala Departemen Marketing AAJI, Karin Zulkarnaen.
Disampaikannya, setiap individu dan keluarga perlu memahami bahwa berbagai risiko, seperti penyakit kritis, meninggal dunia, cacat tetap, maupun bencana alam, dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Risiko tersebut dapat berdampak pada kondisi finansial keluarga. Karena itu, perencanaan keuangan yang baik, termasuk memiliki perlindungan asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, menjadi hal yang penting.
Ketika keluarga kehilangan orang yang dicintai atau salah satu anggota keluarga harus menjalani perawatan di rumah sakit, asuransi jiwa dapat membantu meringankan beban finansial sesuai manfaat dan ketentuan polis. Dengan perlindungan yang tepat, anak-anak diharapkan tetap dapat melanjutkan pendidikan, pasien dapat berfokus pada pemulihan, dan keluarga memiliki ruang untuk menata kembali masa depan dengan lebih tenang.
Sebagai informasi, gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 telah mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Dalam fase pemulihan, bantuan berkelanjutan diperlukan agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap.
Program “Kebaikan Berkelanjutan” NTT memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan sumur bor dan instalasi pipanisasi untuk memperluas akses air bersih. Bantuan ini ditargetkan menjangkau Desa Kotakeo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan estimasi konservatif sekitar 3.000 penerima manfaat.
Sementara itu, bantuan pendidikan berupa school kit ditujukan kepada 150 siswa terdampak di SD dan TK Impres Leia, Desa Kotakeo, serta SDK dan TK Wolofeo, Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT. Perlengkapan yang disiapkan meliputi berbagai alat tulis untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar anak-anak.
Kata Founder Yayasan Benih Baik, Andy F. Noya, pihaknya mengapresiasi dukungan AAJI dan perusahaan anggota dalam Program ISR NTT,”Pemulihan pascagempa tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dan pelajar di NTT bangkit, memulihkan kehidupan mereka, dan membangun masa depan yang lebih baik.”ujarnya.
Berdasarkan profil bisnis industri asuransi jiwa di NTT, saat ini terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang hadir melayani masyarakat, dengan total nilai pertanggungan (sum at risk) sebesar Rp16,3 triliun. Nilai tersebut terdiri dari lini bisnis life Rp11,8 triliun dan health Rp4,5 triliun. Sementara itu, untuk bencana gempa di NTT, klaim yang telah dibayarkan tercatat sebesar Rp152,2 juta. Nilai pertanggungan tersebut jauh melampaui klaim yang timbul, menunjukkan kapasitas industri yang kuat dan siap menghadapi bencana.
Angka tersebut menunjukkan peran industri asuransi jiwa dalam memenuhi kewajiban perlindungan kepada nasabah sesuai ketentuan polis. Hal ini sejalan dengan semangat kampanye #BuktiBukanJanji, bahwa perlindungan asuransi perlu diwujudkan melalui pemenuhan hak nasabah ketika risiko terjadi. Di sisi lain, masih terdapat peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa di NTT, sebagaimana di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. Semakin luas masyarakat yang memiliki perlindungan, semakin besar pula peluang bagi keluarga untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko yang tidak terduga.





























