Beranda Perdagangan Perkuat Mutu dan Pemasaran, KAPPI Dorong Daya Saing Kopi Nasional

Perkuat Mutu dan Pemasaran, KAPPI Dorong Daya Saing Kopi Nasional

35
0

 

NERACAONLINE – Peningkatan daya saing kopi Indonesia tidak hanya bergantung pada keragaman cita rasa dan asal daerah, tetapi juga pada konsistensi kualitas biji kopi yang dihasilkan petani. Untuk itu, penguatan pengetahuan dan keterampilan petani menjadi salah satu upaya yang dilakukan Yayasan Pengembangan dan Edukasi Kopi (KAPPI) dalam mendukung pengembangan industri kopi nasional.

Pembinaan dilakukan melalui edukasi dan pendampingan terkait pengelolaan kebun, mulai dari pemupukan, pemangkasan, teknik panen, pengelolaan tanah, hingga praktik budidaya lainnya. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen secara konsisten sekaligus menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar.

Selain pendampingan teknis, KAPPI juga mengembangkan penguatan komunitas petani, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap riset dan inovasi kopi.

Roby Wibisono dari KAPPI mengatakan, peningkatan kualitas kopi harus dimulai dari kebun melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan petani.

“Kami ingin petani semakin mampu menghasilkan kopi yang baik dan berkualitas secara konsisten, sementara kolaborasi dengan SKA membantu menghubungkan upaya di tingkat kebun dengan kebutuhan mutu dan peluang pasar,” ujarnya.

Menurutnya, praktik budidaya, teknik panen, dan pengelolaan tanah merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas biji kopi. Karena itu, pembinaan petani perlu dihubungkan dengan pengembangan mutu dan akses pasar agar peningkatan kualitas di tingkat hulu dapat memberikan nilai tambah.

Untuk mendukung upaya tersebut, KAPPI berkolaborasi dengan PT Sumber Kurnia Alam (SKA). KAPPI berfokus pada edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas petani, sedangkan SKA mendukung pengembangan mutu serta membuka peluang koneksi dengan pembeli.

Sejak 2025, KAPPI juga membawa pendekatan tersebut dalam berbagai kegiatan diplomasi kopi di dalam negeri dan mancanegara. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan keragaman kopi Nusantara sekaligus mengangkat asal-usul, petani, dan komunitas yang terlibat dalam proses produksinya.

Kolaborasi KAPPI dan SKA turut diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) pada Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Dalam pameran tersebut, keduanya menampilkan beragam kopi Indonesia, termasuk biji kopi hasil kurasi dari petani binaan Bank Indonesia.

Direktur Utama PT Sumber Kurnia Alam, Moelyono Soesilo, mengatakan keterlibatan dalam TEI merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan kopi Indonesia kepada pembeli internasional.

“Keterlibatan KAPPI dan SKA merupakan perwujudan misi kami untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada pembeli dari seluruh dunia, sekaligus mempromosikan potensi kopi Indonesia yang dikembangkan melalui program-program KAPPI,” ujarnya.

TEI merupakan pameran perdagangan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan untuk mempertemukan pelaku bisnis dan pembeli dari berbagai negara.

Pembinaan Petani dan Akses Pasar

Penguatan daya saing kopi membutuhkan keterhubungan antara proses produksi di tingkat kebun dan kebutuhan industri. Konsistensi mutu tidak hanya ditentukan setelah biji kopi diproses, tetapi juga oleh praktik pemupukan, pemangkasan, pengelolaan tanah, dan teknik panen.

Karena itu, pendampingan petani perlu berjalan beriringan dengan pengujian mutu dan pengembangan jejaring pemasaran. Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan dapat memahami standar kualitas yang dibutuhkan pembeli sekaligus meningkatkan kemampuan menghasilkan kopi sesuai kebutuhan pasar.

KAPPI juga memandang pemberdayaan perempuan, penguatan komunitas, riset, dan inovasi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kopi yang berkelanjutan.

Sementara itu, kolaborasi dengan SKA diarahkan untuk menghubungkan penguatan kapasitas petani dengan peluang pemasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi kopi Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi petani.

Melalui pembinaan petani, pengembangan mutu, dan perluasan akses pasar, KAPPI berupaya mendorong daya saing kopi Indonesia dengan memperkuat peran petani sebagai bagian utama dalam rantai nilai industri kopi nasional.

Artikulli paraprakBSI Dukung UMKM Jadi Local Champion

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini