JAKARTA – Industri pertunjukan musik nasional kembali memperlihatkan penguatan daya saing regional melalui konser Dewa 19 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 6 Juni 2026. Agenda ini menegaskan posisi musik Indonesia sebagai komoditas ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar lintas negara.
CEO Icon Entertainment Iman Tang menyampaikan bahwa pasar Malaysia memiliki karakter berkelanjutan bagi Dewa 19. Konsistensi penyelenggaraan konser tahunan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan ekosistem bisnis hiburan.
Pemilihan Axiata Arena Bukit Jalil sebagai lokasi konser mencerminkan strategi promotor dalam memaksimalkan skala ekonomi.
Dengan kapasitas besar, konser ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan industri pertunjukan, baik dari penjualan tiket maupun efek turunan lainnya.
Struktur harga tiket yang terbagi dalam lima kategori menunjukkan pendekatan segmentasi yang matang. Kategori premium diproyeksikan menjadi sumber margin utama, seiring tingginya minat penonton terhadap pengalaman eksklusif.
Kehadiran Tyo Nugros dalam formasi Dewa 19 dipandang sebagai strategi mempertahankan nilai historis sekaligus komersial brand band di Malaysia. Sementara itu, kolaborasi dengan Padi Reborn membuka peluang sinergi antar-brand musik nasional dalam satu paket hiburan.
Konser ini tidak hanya berdampak pada pendapatan promotor dan musisi, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai pemasok konten kreatif unggulan di kawasan Asia Tenggara.


































