Beranda Asuransi Sun Life: 65% Responden Indonesia Nilai Pendidikan dan Kekayaan Penting untuk Warisan

Sun Life: 65% Responden Indonesia Nilai Pendidikan dan Kekayaan Penting untuk Warisan

46
0

 

NERACAONLINE – Pendidikan dan kekayaan menjadi dua aspek penting yang ingin diwariskan orang tua kepada generasi berikutnya. Namun, mempersiapkan warisan tidak cukup hanya dengan mengumpulkan aset. Pemahaman tentang pengelolaan uang, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan finansial juga perlu dibangun sejak anak masih kecil.

Studi Sun Life Asia 2026 bertajuk Meneruskan Warisan: Ketika Warisan Lebih dari Sekadar Kekayaan menunjukkan, sebanyak 65% dari 506 responden Indonesia menempatkan kesempatan pendidikan dan kekayaan dalam tiga prioritas warisan teratas. Sementara itu, tradisi keluarga menjadi prioritas bagi 47% responden.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, pemahaman finansial dan tanggung jawab tidak terbentuk melalui satu percakapan besar. Orang tua perlu mengenalkannya secara bertahap, mulai dari pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari hingga keputusan keuangan yang lebih kompleks ketika anak beranjak dewasa.

Menurutnya, anak belajar memahami uang melalui pengalaman langsung, seperti mengatur uang saku, menabung untuk membeli sesuatu, hingga mengamati bagaimana orang tua menentukan prioritas pengeluaran keluarga.

Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk mempersiapkan generasi penerus agar mampu mengelola kekayaan dan menjalankan tanggung jawab ketika kelak menerima warisan.

Pada usia sekolah dasar, misalnya, orang tua dapat mengenalkan konsep pengelolaan uang melalui pembagian uang saku untuk kebutuhan, tabungan, dan berbagi. Anak juga perlu memahami bahwa setiap keputusan penggunaan uang memiliki konsekuensi.

Memasuki usia menjelang remaja, pendidikan keuangan dapat diarahkan pada penyusunan tujuan. Anak diajak menentukan target menabung dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Tujuan tersebut dapat berupa membeli buku, perangkat belajar, atau membiayai kegiatan yang diinginkan.

Ketika memasuki masa remaja, pembelajaran dapat diperluas dengan memperkenalkan kondisi finansial keluarga. Orang tua bisa menceritakan proses membangun karier atau usaha, menghadapi kesulitan ekonomi, serta memperbaiki keputusan keuangan yang pernah diambil.

Pengalaman tersebut dapat membantu anak memahami bahwa kondisi keuangan keluarga tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses, kerja keras, dan pertimbangan yang matang.

Literasi Keuangan dan Pengelolaan Risiko

Pendidikan finansial menjadi semakin relevan ketika anak mulai mendekati usia dewasa dan memiliki rencana pendidikan maupun karier. Pada tahap ini, keluarga dapat memperkenalkan konsep arus kas, dana darurat, tabungan, investasi berdasarkan tujuan dan profil risiko, serta perlindungan finansial sesuai kebutuhan.

Pemahaman tersebut penting agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada upaya mengumpulkan kekayaan, tetapi juga mampu mempertimbangkan risiko dan menyiapkan langkah ketika kondisi keuangan berubah.

Seiring bertambahnya usia dan ketika anak mulai memiliki penghasilan sendiri, pembicaraan dapat diperluas ke persoalan karier, investasi, aset keluarga, hingga pembagian tanggung jawab antargenerasi.

Keterlibatan anak dalam percakapan keluarga perlu dilakukan secara bertahap. Dengan memahami konteks pengelolaan aset dan keputusan keuangan keluarga, generasi penerus diharapkan lebih siap ketika kelak menerima tanggung jawab yang lebih besar.

Pada akhirnya, warisan tidak hanya berkaitan dengan rumah, uang, atau bisnis yang dialihkan kepada generasi berikutnya. Nilai-nilai keluarga, kebiasaan mengelola keuangan, serta kemampuan mengambil keputusan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keberlanjutan kekayaan antargenerasi.

Artikulli paraprakBegini Tips Berkreasi dan Menikmati Konten AI Dengan Lebih Bijak
Artikulli tjetërAstra Bawa UMKM ke Trade Expo Indonesia 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini