Beranda Market Sinergi Smartin dan Uhamka Bangun Budaya Investasi Generasi Muda

Sinergi Smartin dan Uhamka Bangun Budaya Investasi Generasi Muda

29
0

NERACAONLINE- Dorong pertumbuhan literasi keuangan di tengah tingginya minat generasi muda berinvestasi, mendorong PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dan Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar edukasi dan literasi keuangan dan investasi. Nantinya, dengan literasi ini juga diharapkan membantu generasi muda lebih berhati-hati dalam berinvestasi melalui strategi manajemen risiko.

Selain diskusi, Smartin menghadirkan Smartin Investment Club di Uhamka yang beranggotakan para mahasiswa. Klub ini akan menggulirkan beberapa kegiatan, seperti diskusi rutin investasi saham, kripto, dan futures, lalu kompetisi trading, pelatihan public speaking, dan digital marketing.

Berdasarkan hasil survey, mayoritas mahasiswa alias 45% belum memiliki instrumen investasi. Sebanyak 15% sudah punya investasi dan 40% berencana untuk berinvestasi. Mereka yang sudah berinvestasi di saham maupun di futures dan aset digital mayoritas memanfaatkan teknologi untuk mitigasi risiko (50%).

Mereka yang tidak melakukan trading atau investasi digital dipicu oleh beberapa faktor, yakni 60% karena belum tahu peluang yang ada, belum ada modal 35%, dan menilai trading tidak halal 5%. Terpenting, mayoritas mahasiswa mengaku bahwa perlu ada klub investasi, yakni 75%, sedangkan hanya 5% yang merasa tidak perlu klub tersebut. Sisanya, 20% mengaku tidak tahu.”Kami menggelar literasi investasi bagi intelektual muda agar dapat membantu mereka lebih prudent dalam berinvestasi. Selain itu, kami membangun budaya berinvestasi lewat kehadiran Uhamka-Smartin Investment Club yang beranggotakan para mahasiswa,” kata Philip Chan, chief business officer (CBO) Dupoin Group International sebagai pemateri di acara diskusi dan literasi di Uhamka Jakarta, Kamis (15/10).

Uhamka dipilih sebagai tempat kegiatan literasi, karena minat investasi mahasiswanya sangat tinggi, tetapi aksi masih terbatas. Berdasarkan hasil survey terhadap mahasiswa Uhamka, mayoritas responden sepakat investasi harus dilakukan sejak usia muda. Dirinya juga meresmikan kehadiran Smartin Investment Club di Uhamka. Sesuai rencana, Dupoin dan Smartin akan membentuk klub investasi serupa di sejumlah universitas.

Disampaikannya, literasi keuangan dan investasi sangat penting di era saat ini. Oleh sebab itu, Dupoin mendukung inisiatif Smartin menggelar literasi sekaligus mendirikan klub investasi di Uhamka. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar dan praktik investasi yang bakal bermanfaat kala memasuki dunia kerja. Klub investasi ini, kata dia, diharapkan bisa melahirkan talenta-talenta baru di sektor keuangan. Mereka bisa diserap oleh perusahaan pialang berjangka resmi seperti Dupoin, lalu industri asuransi, perbankan, hingga Bittime. “Kita beri kesempatan mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan di klub investasi sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Jadi, saya mengimbau mahasiswa terus belajar investasi dan dijadikan kebiasaan,” ujar dia.

 

Peluang Karir

President Director Smartin Odang Supriatna menambahkan, kegiatan literasi ini sangat bermanfaat, karena melibatkan beberapa pelaku pasar sekaligus akademisi, influencer, dan praktisi media sosial. Dengan demikian, peserta tidak saja disuguhi ilmu berkaitan dengan industri perdagangan berjangka komoditas (PBK), namun diberikan kesadaran (awareness) bahwa industri ini memberi peluang menjadi analis, influencer, digital marketing, trader, dan advicer.

Manfaat lainnya, kata dia, peserta mendapatkan pembekalan bahwa untuk menjadi pelaku pasar di industri PBK, memerlukan pengetahuan (knowledge), keahlian dan pengalaman yang memadai. Peserta diberi kesempatan belajar di SAS untuk mendapatkan hal tersebut.“Bagi lembaga pendidikan, khususnya untuk jurusan ekonomi dan TI, kegiatan ini memberikan gambaran apa yang menjadi kebutuhan bisnis di bidang investasi dan tekhnologi Informasi” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan Market Expert & Chief Financial Analyst Dupoin Futures, Geraldo Kovit, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan generasi muda, khususnya dalam memahami peluang dan risiko di tengah perkembangan ekonomi digital.

Disampaikannya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki akses terhadap teknologi dan berbagai instrumen investasi, tetapi juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami risiko, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. “Harapannya, melalui edukasi ini, mahasiswa dapat menjadi generasi yang lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tidak mudah terjebak dalam investasi ilegal atau keputusan impulsif, serta mampu membangun ketahanan finansial untuk masa depan,” ujar dia.

Sementara Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Uhamka, Tellys Corliana menyatakan, kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dari luar kelas. Pada prinsipnya, literasi dapat membuat mahasiswa lebih kritis dalam menyikapi dunia digital yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. “Teknologi digital itu ibarat senjata bermata dua, yakni bisa bermanfaat, tapi kalau salah, menjadi sumber kesesatan. Selama ini, investasi digital banyak yang menggiurkan, seolah-olah bisa menjadi cara untuk cepat kaya. Padahal, ini harus dikritisi,” ujar dia.

Uhamka, kata dia, memiliki mata kuliah literasi digital. Kegiatan literasi keuangan dan digital Smartin diharapkan melengkapi mata kuliah ini. Mahasiswa juga bisa langsung menerapkan pengetahuan dari kegiatan ini klub invetsasi. (bani)

 

Artikulli paraprakBank BSN Tampil di Forum Keuangan Syariah Internasional, Perkuat Kolaborasi Global

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini