Beranda Ekonomi BPDP BLU Kementerian Keungan & Aspekpir Indonesia Perkuat Peran Sawit untuk Ketahanan...

BPDP BLU Kementerian Keungan & Aspekpir Indonesia Perkuat Peran Sawit untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan UMKM Sawit

20
0

Jakarta, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit di seluruh Indonesia yang merupakan bagian penting dalam mendorong peran strategis sektor sawit dalam mendukung ketahanan pangan dan memberdayakan petani sawit melalui UMKM.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan petani sawit harus memiliki kemampuan yang mumpuni sekaligus kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan. Bersama BPDP, katanya, petani sawit di seluruh Indonesia harus punya kemampuan dan sejahtera dari sisi ekonomi.

Hal itu disampaikan Helmi pada kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tankos Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan yang diikuti ratusan petani sawit plasma, pengurus koperasi dan UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis, 09 April 2025.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPDP dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) serta melibatkan dukungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Labuhanbatu.

Selain Helmi Muhansyah, hadir dalam acara tersebut Sekretaris Umum Aspekpir Indonesia Syarifuddin Sirait, Ketua Aspekpir Labuhanbatu Budi Cibro, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara Marthin Sibagariang, Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Labuhanbatu, General Manager Unit Group Labuhanbatu (1GLS) PTPN IV Regional 1 serta menghadirkan tiga narasumber yakni Peneliti BRIN Andi Tarigan, Yayasan Agathis Dammara Karbon M. Mirza Arif Zainal, Perfekta Lintas Semesta Arif Firmansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Helmi mengungkapkan bahwa BPDP berhasil menghimpun dana sawit sebesar Rp31,5 triliun sepanjang 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program strategis seperti beasiswa, riset, pengembangan biodiesel, hingga pelatihan bagi petani.

Ia juga menyinggung pentingnya peran sawit dalam konteks global, khususnya dalam menghadapi dinamika geopolitik yang berdampak pada ketahanan pangan dan energi.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan melalui komoditas sawit yang dapat diolah menjadi biodiesel, bahkan menuju implementasi B-50 pada Juli 2026. “Sawit mendukung ketahanan pangan sekaligus energi nasional. Indonesia bahkan berpotensi menuju B-100 jika didukung produktivitas yang optimal,” jelasnya.

Sekretaris Umum Aspekpir Indonesia, Syarifuddin Sirait menyampaikan apresiasi atas dukungan BPDP dan PTPN IV PalmCo Regional 1 dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan pembuatan biochar, pupuk organik dari biomassa sawit, serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA), merupakan langkah konkrit dalam meningkatkan kapasitas petani.

“Ini adalah bagian dari Pemberdayaan Petani Sawit Melalui UMKM, yang mendorong petani tidak hanya bergantung pada hasil tandan buah segar, tetapi juga mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi seperti biochar, pakan ternak dari daun sawit, dan pemanfaatan tankos merupakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga lingkungan.

Perwakilan Regional Head PTPN IV PalmCo Regional 1 Labuhanbatu Ihsan Sinuraya, menegaskan komitmennya perusahaan dalam memperkuat kemitraan dengan petani sawit. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi tandan buah segar (TBS), tetapi juga melalui optimalisasi pemanfaatan biomassa sawit. “Kami terus mendorong pengolahan limbah sawit seperti tankos, lidi, dan daun menjadi produk bernilai tambah,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat integrasi sektor perkebunan dan peternakan sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Marthin Sibagarian, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis di industri kelapa sawit global, dengan kontribusi sekitar 41 persen terhadap produksi dunia. Kondisi ini menjadikan sawit sebagai komoditas unggulan yang mampu memengaruhi stabilitas pasar global.

Menurut dia, kalau ada gangguan pada sawit Indonesia, dampaknya bisa terasa secara global. Ini menunjukkan betapa strategisnya komoditas ini. Meski demikian, Marthin menilai bahwa pembangunan sektor sawit masih belum sepenuhnya merata. Ia menyoroti perlunya peningkatan nilai tambah melalui integrasi dengan sektor peternakan.

Pada kegiatan tersebut, dilakukan praktik pembuatan pakan ternak dari daun sawit, pembuatan biochar dari tandan kosong sawit dan bagaimana mengaplikasikan biochar pada tanaman pangan guna memberikan pengalaman kepada peserta. Dengan pendekatan inovatif dan berbasis UMKM, pemberdayaan petani sawit diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan sejahtera di masa depan.

Artikulli paraprakRayakan 85 Tahun, Ginandjar Kartasasmita Luncurkan Buku Pengabdian dari Masa ke Masa
Artikulli tjetërINALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Konsistensi Kinerja ESG Berkelanjutan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini