Beranda Ekonomi Saham ASLI Kembali All Time High, Setelah Menang Proyek Rp 478M

Saham ASLI Kembali All Time High, Setelah Menang Proyek Rp 478M

667
0

JAKARTA — Pergerakan saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Setelah mengalami suspend selama dua bulan, saham berkode ASLI itu langsung melesat lebih dari 464 persen hingga menyentuh level Rp282 per lembar. Lonjakan ekstrem tersebut dipicu oleh kabar masuknya kontrak kerja baru senilai Rp478 miliar yang berhasil diamankan perusahaan.

Selain kontrak jumbo, pasar juga diramaikan dengan rumor akuisisi. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ASLI tengah dibidik oleh perusahaan konstruksi asal Australia. Sentimen ini semakin menyulut aksi beli investor setelah suspensi dicabut oleh bursa.

Analis Senior Pasar Modal, Robert Sulistio, SE, MM, menilai kombinasi realisasi proyek besar dan isu korporasi yang beredar membuat saham ASLI berada dalam momentum kenaikan yang sangat kuat. “Lonjakan harga yang terjadi merupakan respons pasar terhadap prospek kontrak baru serta ekspektasi restrukturisasi strategis melalui potensi akuisisi. ASLI sedang memasuki fase yang menarik,” ujarnya Selasa (25/11).

Menjawab tingginya perhatian investor, ASLI menggelar Paparan Publik Insidentil di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan perkembangan bisnis, strategi ekspansi, serta transparansi kondisi keuangan pasca-suspend.

Perusahaan menegaskan visinya untuk menjadi salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia melalui kualitas konstruksi, efisiensi biaya, dan pemanfaatan teknologi modern. Portofolio yang dipresentasikan memperlihatkan rekam jejak kuat perusahaan dalam proyek-proyek strategis nasional.

ASLI tercatat terlibat dalam sejumlah proyek bernilai besar bersama BUMN karya dan kontraktor utama lainnya. Di antaranya:
• Struktur Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III (KSO Hutama–Abipraya–Jakon–Yasa)
• Bekisting Pier Head LRT Jakarta Phase 1B (Waskita–Nindya–LRS KSO)
• Borepile Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang–Betung
• Pemasangan Girder Jalan Tol IKN 3A-2 (ADHI–Hutama–Abipraya KSO)

Keikutsertaan dalam proyek IKN, jalan tol trans-kawasan, serta LRT menunjukkan kompetensi ASLI sebagai kontraktor berpengalaman yang dipercaya dalam pekerjaan berisiko tinggi dan berstandar teknis tinggi.

Manajemen juga mengungkap pipeline proyek senilai total Rp478 miliar, antara lain:
• Pembangunan infrastruktur jalan dan saluran Phase 2 & 3 – Rp58 miliar
• Jembatan Taman Kopo Indah 5 – Rp15 miliar
• Jalan dan jembatan akses perumahan Bumi Bandara Indah – Rp320 miliar
• Kawasan Industri Kendal – Rp25 miliar
• Jatiluhur Industrial Smart City – Rp60 miliar

Selain itu, ASLI memperoleh peluang proyek batching plant dari Hutama Karya di Kalimantan Selatan, yang menambah potensi pendapatan jangka menengah.

“Portofolio dan kontribusi proyek yang sedang berjalan memperkuat fundamental perusahaan. Backlog besar ini menjadi alasan utama optimisme pasar,” kata manajemen dalam pemaparannya.

Laporan kinerja hingga kuartal II 2025 menunjukkan:
• Aset meningkat dari Rp550,49 miliar menjadi Rp556,11 miliar
• Ekuitas stabil di level Rp467,90 miliar

Peningkatan aset tersebut mencerminkan ekspansi operasional dan investasi peralatan konstruksi, sejalan dengan strategi menekan biaya produksi melalui kepemilikan alat sendiri.

Strategi lain yang ditegaskan ASLI antara lain optimalisasi teknologi konstruksi, penguatan SDM berpengalaman, serta kolaborasi yang lebih erat dengan vendor dan pemasok utama.

Robert Sulistio menilai bahwa pasar tengah memberikan “vote of confidence” terhadap masa depan ASLI.
“Dengan eksposur kuat pada proyek infrastruktur strategis dan pipeline bernilai besar, ASLI berada di posisi yang tepat untuk memasuki babak pertumbuhan baru. Bagi investor jangka menengah, saham ASLI menarik untuk dipertimbangkan, terutama jika valuasi masih berada di bawah potensi fundamentalnya,” tegas Robert.

Menurutnya, kombinasi backlog hampir Rp480 miliar, efisiensi operasional, dan momentum konstruksi nasional akan menjadi katalis penting bagi pemulihan kinerja ASLI dalam 2026.

Lonjakan harga saham yang terjadi pasca-suspend disebutnya sebagai sinyal optimisme bahwa pasar melihat ASLI tengah kembali menemukan momentumnya.

Artikulli paraprakBAZNAS RI Resmikan ZCorner Jambi sebagai Pusat Pemberdayaan UMKM Mustahik
Artikulli tjetër7 Atpol Negara Sahabat Hadiri Apel Kasatwil Polri 2025, Komitmen Wujudkan Keamanan Global

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini